Breaking News
Trending Tags

Sekolah Hancur, Anak-anak Gaza Tetap Belajar dari Buku yang Diselamatkan

  • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gaza, ReportaseNews – Di tengah kehancuran akibat perang di Jalur Gaza, buku-buku yang tertimbun reruntuhan kembali menemukan pembacanya. Sejumlah warga Gaza berupaya menyelamatkan, membersihkan, dan memperbaiki buku dari bangunan yang hancur agar tetap dapat digunakan anak-anak untuk belajar.

Salah satunya dilakukan Mohammed Saad, warga Beit Lahiya yang telah mengoleksi buku selama lebih dari 35 tahun. Sebelum perang, Saad memperkirakan koleksinya mencapai 50 ribu hingga 100 ribu judul.

Perpustakaan miliknya hancur pada 7 Desember 2023. Setelah mengungsi sebanyak 16 kali, Saad kembali ke Beit Lahiya dan mencari buku-buku yang masih dapat diselamatkan dari reruntuhan rumahnya.

“Saya mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan buku-buku ini dari bawah reruntuhan,” kata Saad, seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (4/10/2026).

Saad berhasil menyelamatkan sekitar 12 ribu buku. Koleksi tersebut kemudian dipindahkan ke Deir el-Balah, tempat ia mendirikan perpustakaan bernama Athar di sebuah tenda.

Bersama putranya, Mohammed, ia membersihkan dan memperbaiki ribuan buku tersebut. Sebagian kemudian dijual dengan harga simbolis antara 5 hingga 15 shekel atau sekitar 1,63 hingga 4,89 dolar AS agar tetap dapat dijangkau masyarakat.

Bagi Saad, menyelamatkan buku bukan sekadar mempertahankan koleksi pribadi. Ia ingin buku-buku tersebut kembali dibaca, terutama oleh anak-anak Gaza yang kehilangan akses pendidikan akibat perang.

UNICEF mencatat sekitar 98 persen bangunan sekolah di Jalur Gaza mengalami kerusakan atau kehancuran. Sekitar 700 ribu anak di Gaza juga kehilangan akses terhadap pendidikan tatap muka secara rutin sejak perang dimulai pada Oktober 2023.

Kondisi tersebut membuat buku menjadi salah satu sarana penting bagi anak-anak untuk kembali terhubung dengan kegiatan belajar.

Upaya serupa dilakukan Omar Hamad (30), warga Beit Hanoon yang mengungsi. Ia bersama timnya menelusuri lokasi perpustakaan yang hancur di Gaza utara dan Gaza City, kemudian menghubungi para pemiliknya untuk menyelamatkan buku yang masih tersisa.

Hamad menyebut sekitar 3.000 buku telah berhasil mereka keluarkan dari reruntuhan. Sebagian lainnya berasal dari keluarga korban yang menyumbangkan koleksi pribadi, sementara sejumlah buku dibeli atau dicetak ulang.

Salah satu buku yang berhasil diselamatkan Hamad aadalah ‘The Catastrophe of Palestine’ yang dicetak pada 1956. Buku tersebut ditemukan di perpustakaan Islamic University of Gaza yang hancur dan tertutup reruntuhan.

Buku-buku yang selamat dari kehancuran Gaza dibersihkan dan diperbaiki untuk kembali dibaca anak-anak, sekaligus menjaga pengetahuan dan sejarah tetap hidup. (Al Jazeera/Lina Ghassan Abu Zayed)

Buku-buku yang selamat dari kehancuran Gaza dibersihkan dan diperbaiki untuk kembali dibaca anak-anak, sekaligus menjaga pengetahuan dan sejarah tetap hidup. (Al Jazeera/Lina Ghassan Abu Zayed)

Setelah dikeluarkan dari lokasi, buku-buku tersebut tidak langsung dapat digunakan. Hamad bersama rekannya, Ibrahim, membersihkan debu dan sisa reruntuhan, menyusun kembali halaman, serta memperbaiki bagian yang rusak.

Untuk buku yang membutuhkan penanganan lebih khusus, Hamad meminta bantuan Jameel Mikdad (71), yang telah bekerja di bidang penjilidan dan perbaikan buku selama lebih dari 45 tahun.

Mikdad juga kehilangan perpustakaan dan percetakannya akibat perang. Namun, dengan peralatan terbatas, ia tetap memperbaiki buku dengan menyusun kembali halaman, merekatkan bagian yang robek, menjahit, hingga menjilid ulang buku.

Kerusakan buku menjadi tantangan tersendiri karena harga bahan perbaikan melonjak. Mikdad mengatakan harga wadah lem putih seberat 3 kilogram yang sebelum perang hanya sekitar 30-35 shekel kini mencapai 450-500 shekel.

Perbaikan satu buku dapat memakan waktu dua hari hingga satu pekan, tergantung tingkat kerusakannya. Bahkan, biaya perbaikan terkadang lebih mahal dibandingkan nilai buku tersebut.

Tidak semua buku berhasil diselamatkan. Hamad mengatakan sejumlah buku mengalami kerusakan hingga 80 atau 90 persen sehingga tidak mungkin diperbaiki.

Sebagian buku yang rusak parah tetap mereka bawa karena dianggap memiliki nilai sejarah sebagai saksi kehancuran yang terjadi di Gaza.

“Kami membawanya agar tetap menjadi saksi atas kejahatan ini,” ujar Hamad.

Buku-buku yang masih dapat digunakan kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat. Di Perpustakaan Phoenix, misalnya, buku dipinjamkan kepada pembaca dengan sistem uang jaminan yang dapat dikembalikan.

Koleksinya mencakup sastra, kedokteran, hukum, sejarah, ekonomi, sains, hingga buku anak-anak dan buku khusus bagi pelajar.

Hamad juga menggelar sejumlah kegiatan untuk mengantarkan buku ke sekolah-sekolah agar kembali digunakan sesuai tujuan awalnya, yakni sebagai sarana membaca dan belajar.

Salah satu penerimanya adalah Aya al-Shawa, 10 tahun, siswi kelas enam di Gaza utara. Aya menerima novel ‘The Adventure of the Empty House’ karya Sir Arthur Conan Doyle.

Bagi Aya, buku tersebut menjadi salah satu cara untuk tetap belajar ketika sekolah-sekolah di Gaza masih berjuang menjalankan kembali kegiatan pendidikan, termasuk di ruang-ruang belajar yang didirikan dalam bentuk tenda.

Perjalanan buku itu menggambarkan upaya warga Gaza mempertahankan akses terhadap pengetahuan di tengah kehancuran. Buku yang semula berada di rak rumah atau perpustakaan, tertimbun reruntuhan, diselamatkan, dibersihkan, diperbaiki, lalu kembali berada di tangan seorang anak untuk dibaca.

Di tengah kerusakan fasilitas pendidikan dan budaya, penyelamatan buku menjadi bagian dari upaya mempertahankan pengetahuan sekaligus menjaga warisan literasi masyarakat Gaza tetap hidup.

 

 

(Al Jazeera/RN-07) 

 

 

  • Penulis: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Perempuan Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

    Perempuan Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Banda Aceh, ReportaseNews – Seorang perempuan asal Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), bersama bayinya yang baru berusia beberapa hari diduga menjadi korban pembunuhan di wilayah Sepang, Selangor, Malaysia, Rabu (3/6/2026). Saat ini, jenazah ibu dan anak itu masih berada di rumah sakit setempat. Sementara pihak terkait sedang mengupayakan proses pemulangan ke kampung halaman. Kabar […]

  • KPK Jerat Tiga Perusahaan Batu Bara di Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Kukar

    KPK Jerat Tiga Perusahaan Batu Bara di Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Kukar

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, RepotaseNews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga perusahaan tambang batu bara sebagai tersangka korporasi baru dalam skandal penerimaan fee produksi di wilayah Kalimantan Timur. Kasus dugaan gratifikasi ini menyeret mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penetapan tersangka terhadap PT Sinar Kumala Naga (SKN), PT Alamjaya Barapratama (ABP), […]

  • Sony Sanjaya Klaim Kantongi 26 Nama, Pejabat dan Politikus Kompak Bantah

    Sony Sanjaya Klaim Kantongi 26 Nama, Pejabat dan Politikus Kompak Bantah

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polemik kasus korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin memanas setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). ‎Langkah tersebut membuka babak baru dalam penyidikan perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum. Melalui kuasa hukumnya, Sony disebut telah mengungkap puluhan nama yang […]

  • Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial N di Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi menyita 12,57 gram sabu dan 26 butir ekstasi yang diduga siap diedarkan. (Foto: ReportaseNews/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya)

    Pria di Cengkareng Ditangkap, Simpan Sabu dan Ekstasi Siap Edar

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Jakarta Barat. Seorang pria berinisial N (37) ditangkap setelah diduga terlibat dalam peredaran sabu dan pil ekstasi di kawasan Cengkareng. ‎Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta […]

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    273 Orang Dipulangkan, 49 Jadi Tersangka Kerusuhan DPR

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Polda Metro Jaya memulangkan 273 orang yang sebelumnya diamankan dalam kerusuhan saat demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026. Pemulangan dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan, verifikasi, dan sinkronisasi data terhadap seluruh orang yang diamankan dalam peristiwa tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, dari 322 […]

  • Davina Karamoy menjalani pemeriksaan selama enam jam terkait kasus Hanania Travel. Ia mengaku menerima uang saku umrah dan telah mengembalikannya kepada penyidik. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    Davina Karamoy Selesai Diperiksa Polisi, Akui Terima Uang Saku Umrah Dari Hanania

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Aktris Davina Karamoy menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan perjalanan umrah dan haji yang melibatkan Hanania Travel. Pemeriksaan berlangsung sekitar enam jam dan berfokus pada kerja sama yang pernah dijalani Davina dengan biro perjalanan tersebut. ‎Usai pemeriksaan, Davina menyatakan seluruh pertanyaan penyidik telah dijawab. Ia juga mengakui pernah […]

expand_less