Korea, reportasenews.com – Menjawab ancaman Korea Utara yang meluncurkan rudal balistik antar benua kewilayah perairan Jepang, maka Amerika menjawab dengan mengirimkan armada tempur laut kewilayah ini.
Pemerintah AS menyatakan bahwa negara ini telah mengirimkan formasi kapal tempur kewilayah semenanjung Korea menyusul ketegangan tingkat tinggi akibat Korea Utara meluncurkan rudak balistik yang jatuh diperairan dekat Jepang. Demikian disebutkan media France 24.
Langkah ini akan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut dan secara luas ditafsirkan sebagai tekanan serius kepada Pyongyang akibat mereka menolak untuk meninggalkan proyek ambisi nuklirnya.
Korea Utara mengatakan peluncuran rudal Rabu lalu sebagai tindakan balasan “agresi musuh yang tidak bisa dimaafkan” dan disebutkan bahwa tindakan Korut merupakan peringatan “kesekian juta kali lebih” untuk menunjukan kemampuan rudal nuklir mereka.
US Navy goes to Korea — likely with #China's permission — N. Korea can destroy cities in China and S. Korea https://t.co/Wd7J7wTWtM pic.twitter.com/P59UmxaTVU
— Diane Francis (@dianefrancis1) April 9, 2017
“Komando Pasifik AS memerintahkan kapal pemukul Carl Vinson, dari gugus tempur wilayah utara menuju kesana sebagai ukuran penting untuk menjaga kesiapan dan kehadiran AS di Pasifik Barat,” kata Komandan Dave Benham, juru bicara Komando Pasifik AS.
“Nomor satu yakni ancaman di wilayah tersebut dimulai dari Korea Utara, karena program nuklir yang sembrono, tidak bertanggung jawab dan tidak stabilnya tes rudal mereka serta mengejar kemampuan senjata nuklir,” katanya kepada AFP, dalam sebuah pernyataan yang luar biasa kuat.
Awalnya, gugus tempur pemukul ini dijadwalkan untuk merapat di pelabuhan Australia , termasuk kapal induk kelas Nimitz, USS Carl Vinson, posisi mereka sekarang melaju dari Singapura ke Samudera Pasifik Barat.
Pyongyang tengah mengembangkan rudal jarak jauh yang mampu menghantam daratan AS dengan hulu ledak nuklir, dan sejauh ini telah meluncurkan lima tes nuklir, dua diantara peluncuran dilakukan mereka tahun lalu.
Analisis citra satelit menyebutkan bahwa Korut tengah mempersiapkan untuk peluncuran keenam. Para pejabat intelijen AS memperingatkan bahwa Pyongyang hanya butuh waktu dua tahun untuk mengembangkan hulu ledak nuklir yang bisa mencapai daratan Amerika Serikat.
Pada bulan Februari, Korea Utara secara bersamaan menembakkan empat rudal balistik dilepas pantai timur, tiga di antaranya jatuh provokatif dekat dengan Jepang, dalam apa yang disebutnya sebagai latihan untuk menyerang pangkalan militer AS di negara Asia tetangga.
Agustus lalu Pyongyang juga berhasil menguji sebuah rudal balistik kapal selam 500 kilometer mengarah ke Jepang, jauh melebihi tes yang diluncurkan sebelumnya, Kim Jong-Un memuji ini dengan sangat gembira sebagai “keberhasilan terbesar.” (Hsg)

