Amerika, reportasenews.com – Angkatan Laut AS melarang semua crew memakai e-cigaret atau vape didalam semua armada tempur mereka saat bertugas. Ini bisa jadi membuat “berita buruk” bagi sebagian vaper dimanapun.

Baterai lithium-ion dikabarkan mudah meledak di kapal dan dapat melukai pelaut. Untuk keselamatan awak dan kapal maka larangan diberlakukan. Demikian menurut Engadget.

Tahun lalu, FDA akhirnya mulai mengatur penggunaan e-cigarette dan dengan cepat memutuskan untuk melarang penumpang pesawat udara membawa itu didalam bagasi penerbangan.

Laporan menyebutkan bahwa terjadi beberapa kasus terjadi battere mengeluarkan api menyala di udara. Tampaknya, Angkatan Laut AS tidak akan membiarkan itu terjadi didalam armada kapalnya, karena itu keluar larangan keras memakai e-cigarette di seluruh armada.

Baterai lithium-ion tercatat pernah meledak dalam 15 insiden antara bulan Oktober 2015 dan Juni 2016 yang dilaporkan dalam sebuah memorandum internal Angkatan Laut.

Dua di antaranya, arus listrik membuat ledakan saat e-cigarette ada di mulut para pelaut. Beberapa kasus lain terjadi didalam kapal, dua peralatan pemadam kebakaran kapal dibutuhkan untuk memadamkan, dan satu kasus memaksa pesawat angkatan laut untuk membatalkan penerbangannya segera kembali mendarat setelah perangkat tersebut meledak dan mengisi kabin dengan asap.

Pelaut yang berada didaratan masih dapat menggunakan rokok elektronik mereka saat merapat di fasilitas pelabuhan Angkatan Laut di area merokok yang ditentukan. Tapi saat dikirim tugas keluar, semua orang di atas kapal termasuk warga sipil atau pengunjung harus mematuhi larangan tersebut. Larangan berlaku 30 hari setelah kebijakan baru diresmikan pada tanggal 14 Mei. (Hsg)