Korea Utara, reportasenews.com – Ratusan meriam artileri dan tentara Korut berbaris dipantai menembakn peluru tajam kearah pantai dalam sebuah latihan besar-besaran Korut sekaligus memberi jawaban atas hadirnya armada gugus tempur AS diperairan semenanjung Korea.
Sebuah pernyataan dari militer Korea Selatan mengatakan bahwa latihan memakai peluru tajam (live-fire) berada di wilayah Wonsan di timur negara itu pada hari Selasa siang, namun tidak memberikan rincian tentang jenis senjata dan unit militer yang ikut dalam latihan tersebut.
Media Korea Utara melaporkan bahwa pesawat tempur dan kapal selam ikut serta dalam pertunjukan kekerasan juga. Penyiar Korea Utara KCNA mengatakan Kim Jong-un secara pribadi memerintahkan meriam untuk diarahkan kelaut, yang terletak di pantai timur.
Pada hari Rabu, CNN diberitahu oleh seorang pejabat pemerintah Korea Utara yang mengetahui bahwa ini adalah latihan terbesar yang dilakukan oleh militer negara tersebut dan melibatkan 300 senjata artileri.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberikan perintah untuk memulai latgab militer tersebut, di mana senapan berbendera besar yang berbaris di sepanjang pantai melepaskan tembakan, kantor berita pemerintah KCNA melaporkan pada hari Rabu.
Latgab militer ini berlangsung di Wonsan, Korea Utara, untuk memperingati 85 tahun berdirinya Tentara Rakyat Korea, menurut Media Negara Korea Utara.
Dalam sebuah pernyataan dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Korea Selatan mengatakan bahwa pihaknya memantau situasi tersebut dan tetap “dipersiapkan dengan ketat.”
“Militer kita memantau dengan seksama gerakan militer Korea Utara,” kata pernyataan tersebut.
Latihan militer seperti yang dilakukan oleh Korea Utara belum pernah terjadi sebelumnya dan selalu ada kemungkinan akan ada demonstrasi kekuatan militer pada Hari Angkatan Bersenjata. Tahun ini merupakan peringatan ke-85 berdirinya tentara Korea Utara.
AS meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut dan memancing aksi balasan Korea Utara untuk mengingatkan lawan-lawannya bahwa hal itu dapat menyebabkan kerusakan yang melumpuhkan dengan artileri konvensional ke daerah berpenduduk padat di Korea Selatan. (Hsg)

