Amerika, eportasenews.com – Dalam sebuah surat hasil penyidikan, ditemukan fakta jika anak Osama bin Laden bersumpah untuk mengikuti “jalan jihad” dan membalas kematian ayahnya di tangan militer AS.

Setelah serangan pada bulan Mei 2011 oleh US Navy SEALS di Pakistan yang menyerbu rumah teroris terkemuka Osama bin Laden, surat-surat pribadi yang ditemukan di antara artefak yang ditangkap selama operasi tersebut telah diklasifikasikan, mengungkapkan bahwa seorang anak laki-laki almarhum bermaksud untuk melanjutkan pekerjaan ayahnya.

Hamza bin Laden, yang saat ini berusia 28 tahun, diketahui telah menghabiskan waktu di Pakistan sebelum serangan teroris 9/11 2001 di kota AS di New York dan Washington DC, yang menurut bin Laden telah direncanakan .

Surat-surat yang baru-baru ini di deklasifikasi dari Hamza kepada ayahnya mengungkapkan seorang anak laki-laki yang patuh dan marah, yang menurut pernyataan yang lebih baru, “bertekad membalas dendam” kematian ayahnya, menurut Times of India.

Surat-surat itu disita di kompleks Pakistan utara tempat Osama bin Laden tinggal di pengasingan sebelum pembunuhannya oleh AS.

Hamza, meskipun seorang anak laki-laki pada saat itu, ditampilkan dalam video yang diproduksi oleh ayah terorisnya menjelang akhir abad ke-20, sering memegang pistol.

Dalam sebuah berita terbaru dari program berita CBS 60 Minutes, mantan agen FBI Ali Soufan merinci bahwa surat-surat tersebut mengungkapkan seorang anak yang sangat setia kepada ayahnya, dan bersedia untuk melanjutkan misi ayahnya.

Soufan menyebutkan jika Hamza memiliki pesona karismatik untuk al-Qaeda, dan bahwa pemuda tersebut telah digambarkan sebagai “menonjol dan berbahaya,” menurut Reuters.

Komunitas keamanan Amerika Serikat telah memberi label Hamza sebagai “teroris global yang ditunjuk secara khusus,” sebutan intelijen yang sama diterapkan pada almarhum ayahnya.

Dalam menggambarkan Hamza, Soufan menyarankan dia sangat mirip dengan Osama bin Laden, bahkan sampai pada nada ungkapan dan nada suaranya.

“[Hamza] menyampaikan pidato seolah-olah dia itu adalah ayahnya … menggunakan kalimat, terminologi yang digunakan oleh Osama bin Laden,” katanya.

Putra salah satu teroris dunia yang paling terkenal telah mencatat empat pesan audio yang tercatat dalam dua tahun terakhir, semuanya menyerukan pembalasan dendam terhadap AS dan kelanjutan aktivitas kekerasan ayahnya, menurut Times of India.

“Saya menganggap diri saya ditempa dengan baja,” Hamza menulis dalam salah satu surat pribadinya kepada ayahnya yang ditemukan saat pembunuhan tersebut. “Jalan jihad demi Tuhan adalah apa yang kita jalani.”

Namun ada keganjilan. Surat ditemukan dirumah lokasi almarhum Osama bagaimana bisa menunjukan adanya surat bahwa Hamza (anaknya) akan membalas dendam kematian ayahnya, padahal waktu itu Osama belum dibekuk oleh pasukan AS? Artinya Hamza menulis akan membalas kematian ayahnya jauh sebelum ayahnya dihabisi Navy Seal. (Hsg)