London, reportasenews.com – Swedia telah membatalkan penyelidikannya ke Julian Assange atas tuduhan pemerkosaan yang dialamatkan kedia, ini secara dramatis mengubah rencana pihak sekutu yang bernapsu ingin menjebloskan dia dalam tahanan selama usaha tujuh tahun.
Tuduhan tersebut pertama kali diarahkan pada pendiri WikiLeaks pada tahun 2010, menyebabkan dia mencari suaka bersembunyi di kedutaan Ekuador pada tahun 2012 setelah permintaan banding ditolak. Dia telah diasingkan di sana sejak 2010, dan akhirnya bisa bebas begitu penarikan surat wasiatnya dikonfirmasi oleh pengadilan London, mungkin pada akhir hari.
Tuduhan tersebut menyusul serangkaian wawancara oleh jaksa Swedia Ingrid Isgren di kedutaan Ekuador. Itu terjadi setelah perundingan singkat antara Ekuador, Swedia dan Assange, menyusul tekanan di dalam dan luar negeri. Tahun lalu, PBB mendeklarasikan suaka Assange sama dengan “penahanan sewenang-wenang”, dan merekomendasikan agar ia bebas. Pemerintah Ekuador juga menyebut penuntutan Swedia terhadap Assange sebagai “kegagalan serius”.
Kedutaan Ekuador saat ini dijaga ketat oleh kepungan Dinas Polisi Metropolitan London (MPS) untuk mencegah Assange melarikan diri. Sikap Swedia membatalkan tuduhan pemerkosaan itu membuat secara teknis Julian dapat bebas keluar dari persembunyiannya.
Polisi mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa Assange “tetap diincar karena pelanggaran yang jauh lebih ringan,” yaitu, tidak mau menyerahkan diri ke pengadilan pada Juni 2012, dan masih akan menghadapi “penangkapan segera”.
Assange memposting gambar ke akun Twitter nya sesaat setelah berita tersebut diumumkan. Akhirnya membuka kemungkinan dia bisa meninggalkan tempat kecilnya di kedutaan dekat Hyde Park di London.
Pengacaranya mengatakan, bagaimanapun, bahwa dia tidak akan keluar dari kedutaan Ekuador kecuali pemerintah Inggris menjamin dia tidak akan diekstradisi ke AS karena tuduhan mata-mata terkait dengan aktivitas WikiLeaks-nya.
Memang, bulan lalu, Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa pihaknya menimbang tuduhan terhadap Assange dan yang lainnya selama 2010 merilis ribuan dokumen pemerintah AS yang dibantu oleh pembelot Chelsea Manning, dan sebuah alat hacking CIA yang lebih baru. Direktur CIA Mike Pompeo baru-baru ini menyebut Wikileaks sebagai “dinas intelijen yang bermusuhan” dan merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS.
Bagi masyarakat dunia Assange adalah pahlawan karena berani membocorkan aktifitas penyadapan negara besar Amerika kepada semua target diseluruh dunia termasuk kepala negara sahabat. Dia adalah simbol hak privat seluruh manusia dimuka bumi ini atas penyadapan ilegal. (Hsg)

