Irak, reportasenews.com – Ratusan tahanan mantan militan ISIS duduk bersesakan di dalam penjara di Mosul. Seorang letnan Irak mengatakan bahwa mereka itu semua layak untuk mati karena “bukan manusia”.
Sejumlah tersangka pejuang ISIS ditahan di sebuah penjara yang sempit di Mosul di tengah klaim bahwa pasukan Irak melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang merebut kembali kota tersebut.
Foto menunjukkan ratusan tahanan berkumpul bersama duduk dilantai dalam suhu panas 45 C di sebuah penjara tanpa listrik atau ventilasi cukup, yang baru saja terbebas dari kendali kelompok teror tersebut.
Seorang letnan Irak mengatakan dirinya haus akan balas dendam dan bersikukuh bahwa gerombolan militan ISIS tersebut bukanlah manusia.
Dia juga mengungkapkan bagaimana dia menginterogasi satu tersangka sebelum ‘mengirimnya ke neraka’ dan bersikeras militan ISIS yang membawa teror ke negara tersebut pantas untuk mati.
Perwira Irak yang mengawasi fasilitas penjara tersebut mengatakan bahwa saat ini menampung 370 tahanan.
‘Tahanan terinfeksi penyakit, banyak masalah kesehatan dan kulit, karena mereka tidak terkena sinar matahari,’ katanya. “Mayoritas tidak bisa berjalan. Kaki mereka bengkak karena tidak bisa bergerak. ‘ Dia mengatakan sebuah tim kesehatan provinsi kadang-kadang memeriksa para tahanan. ‘
Lebih dari 1.150 tahanan telah ditendang kedalam penjara tersebut selama tiga bulan terakhir, dengan 5.040 orang dikirim ke Baghdad untuk penyelidikan lebih lanjut, kata perwira tersebut.
2.800 tahanan lainnya ditahan di pangkalan udara Qayara di selatan Mosul, dan ratusan lainnya berada di beberapa fasilitas yang lebih kecil. Petugas tersebut berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak diberi wewenang untuk memberi keterangan singkat kepada wartawan. (Hsg)

