Spanyol, reportasenews.com – Jalan Barcelona yang paling populer, La Rambla, dipenuhi oleh “ratusan orang” saat sebuah van melaju menghantam kerumunan pejalan kaki, sontak belasan pejalan kaki terkapar dalam genangan darah, dan menciptakan “panik” saat orang-orang melarikan diri dan mencari perlindungan di toko-toko di tepi jalan, kata seorang saksi mata.

Brendon Sissing memberi tahu media RT melalui telepon bahwa dia baru saja keluar dari taksi saat dia menyaksikan serangan tersebut.

“Saya melihat sekelompok orang berlari dan berteriak,” kata Sissing, dia berlibur di Spanyol dari Inggris. “Van itu melaju kencang di bawah pepohonan di daerah pejalan kaki. Van itu pergi – saya tidak tahu – di 80 sampai 100kmh. Itu sangat cepat. Itu membuat beberapa orang jatuh – mungkin 10 atau 15 orang. Kemudian van berhenti, dan rusak parah saat melihatnya. Ada ratusan orang di sana. Kemudian melaju kedepan lagi, dan terus berjalan. Saya melihat setidaknya 10 orang tergeletak ditanah, beberapa menerima perawatan. ”

Amiran Sardarov, seorang blogger Rusia yang populer, tiba di lokasi kejadian setelah polisi Spanyol menyebutkan aksi ini sebagai serangan teroris.

“Masih ramai, polisi berusaha mendorong semua orang kembali ke belakang barisan polisi. Ada kebingungan, dan desas-desus sedang berterbangan,” katanya kepada RT melalui telepon.

“Masih ada mayat yang tergeletak di trotoar. Mereka yang berada di sekitar serangan itu duduk di trotoar. Mereka tampak shock. ”

Pavel Lisovtsov berada di sebuah hotel di sisi lain La Rambla dari Placa Catalunya, tempat serangan tersebut terjadi.

“Awalnya orang langsung bergegas turun kejalanan. Kemudian unit polisi bersenjata muncul di jalan, mengamati setiap toko. Mereka bersikap sopan tapi teliti. Sekarang, semua orang sudah pergi ke balkon dan berusaha melihat apa yang terjadi,” katanya pada RT.

Sementara itu muncul berita bahwa serangan ini diklaim oleh ISIS sebagai dalang dari serangan tabrak maut mobil van di Barcelona.  Pesan dikirim melalui chat Telegram menyebutkan bahwa serangan itu dibuat oleh “prajurit ISIS”.

Petugas Catalan telah mengkonfirmasi bahwa 13 orang telah meninggal, dan setidaknya 80 lainnya cedera dalam serangan tersebut. Polisi juga menangkap satu tersangka sehubungan dengan tuduhan terorisme. Media Spanyol sebelumnya menyebarkan foto tersangka potensial, yang disebutkan sebagai Driss Oukabir. (Hsg)