Situbondo,reportasenews.com – Nasuami nenek berusia 70 tahun ditemukan tewas disaluran pembuangan air setelah sebelumnya dinyatakan hilang, karena terseret arus sungai, saat beteduh di gubuk lahan jagung miliknya saat hujan terun di Dusun Pele. Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Minggu (25/2).
Saat pertama kali ditemukan oleh petugas tim SAR gabungan, antara Pusdalop BPBD Kabupaten Situbondo dan tim SAR dari Basarnas Jember, jasad nenek ditemukan sudah dalam kondisi terbujur kaku di Curah yang sudah tidak ada airnya, berjarak sekitar 12 kilometer dari tempat korban terseret arus sungai.
Jasad korban selanjutnya dievakuai tim SAR gabungan langsung dan langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
Koordinator tim SAR Pusdalop BPBD Kabupaten Situbondo Puriyono mengatakan, setelah mendapat informasi adanya warga terseret arus sungai, pihaknya bersama tim SAR Basarnas Jember dan warga setempat langsung melakukan upaya pencarian, dengan cara menyusuri curah yang sudah tidak ada airnya.
“Namun, setelah menyusuri curah sepanjang 12 kilometer, kami menemukan nenek sudah dalam kondisi tubuhnya terbujur kaku di Curah. Selanjutnya, tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jasad korban,”kata Puriyono.
Diperoleh keterangan, sebelum korban terseret arus sungai hingga ditemukan tewas, korban Nasumi dan Sutarno (70), suaminya, pergi lahan jagung yang tidak jauh dari rumahnya pada Sabtu (24/2) lalu.
Namun, karena pada saat itu hujan mulai mengguyur wilayah Situbondo timur, pasangan suami istri (Pasutri) mencoba untuk berteduh di gubuk di areal tanaman jagung miliknya. Ironisnya, pada saat berteduh pasutri ini terseret longsor hingga terjatuh ke sungai.
Korban Sutarno berhasil diselamatkan oleh salah seorang warga setempat, sedangkan korban Nasumi langsung terseret derasnya arus sungai, hingga akhirnya ditemukan sudah menjadi mayat oleh tim SAR gabungan.(fat)

