Situbondo,reportasenews.com – Peristiwa menghebohkan terjadi di Dusun Krajan, Desa Buduan, Kecamatan Suboh. Itu terjadi menyusul dengan ditemukannya nenek Muryam (70), warga setempat, dalam kondisi sudah menjadi mayat di rumahnya.
Pada saat ditemukan oleh salah seorang kerabat dekatnya, kondisi nenek yang berprofesi sebagai penjual sayur keliling itu, diketahui sekujur tubuhnya sudah mulai membusuk, dengan menyebar bau anyir hingga ratusan meter.
Diperoleh keterangan, pertama kali mayat nenek Muryam itu, ditemukan oleh Astro (40), salah seorang kerabat delatnya, karena dalam tiga hari terakhir, korban tidak terlihat menjajakan sayuran dagangannya kelling kampung.
Merasa curiga dengan kondisi nenek Muryam, Astro, salah seorang kerabat dekatnya, mencoba mendatangi rumahnya, namun setelah dilihat ternyata pintu rumahnya dalam kondisi terkunci, dengan kondisi bau anyir menyebar dari dalam rumahnya.
Setelah pintu rumahnya didobrak oleh Astro bersama warga setempat, ternyata nenek Muryam ditemukan dengan kondisi tubuhnya membusuk dan terbujur kaku di tempat tidurnya.
Mengetahui korban tewas, salah seorang warga melaporkan tentang penemuam mayat ke aparat desa setempat, hingga akhirnya dilaporkan ke Mapolsek Suboh.
“Saya curiga selama tiga hari dia tidak menjual sayur, namun setelah dilihat teryata dia sudah meniggal di atas tempat tidurnya,”kata Astro, salah seorang kerabat dekatnya, Minggu (25/3).
Kasubag Humas Polres Situbondo Iptu Nanang Priyambodo membenarkan penemuan mayat nenek Muryam, yang ditemukan tewas didalam rumahnya.” Bahkan, saat ditemukan kondisi tubuhnya sudah mulai membiru dan menyebar bau anyir,”ujar Iptu Nanang Priyambodo.
Menurutnya, setelah mendapat informasi, petugas Polsek setempat langsung mendatangi lokasi. Selain itu, untuk kepentingan penyidikan petugas langsung membawa jasad nenek Muryam ke Puskesmas Suboh, Situbondo.
“Nenek Muryam murni meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Hal tersebut dikuatkan dengan hasil visum petugas medis Puskesmas Suboh, jika di sekujur tubuh nenek tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Selanjutnya, jasad nenek Muryam yang meninggal tiga hari lalu itu, diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,”kata Iptu Nanang Priyambodo.(fat)

