Situbondo,reportasenews.com – Diduga melakukan pesta minuman keras (Miras) oplosan, Fitri Karolina (26) warga Desa Balung, Kecamatan Kendit, Situbondo, tewas setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSU dr Abdoer Rahmen, Situbondo.
Sedangkan korban bernama Herdiyanto (26), warga Desa Olean, Kecamatan Kota, Situbondo kondisinya kritis. Bahkan, hingga berita ditulis, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Sehat Situbondo, setelah sebelumnya sempat menjalani rawat inap di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.
Diperoleh keterangan, sebelum Fitri Karolina tewas pada Jumat (1/6) sekitar pukul 12.00 WIB, pada Rabu (30/5) sekitar pukul 20.00 WIB lalu. Korban Fitri yang sedang berulang tahun, bersama Cakong, pacarnya dan Herdiyanto bersama Dian, istrinya, mereka menngelar pesta opolosan di bawa patung garuda di Alun-alun Kota Situbondo.
Usai menggelar pesta Miras oplosan, yakni alkohol 70 persen yang dioplos dengan salah satu minuman berenergi, mereka langsung pulang ke rumahnya masing-masing, meski kondisi tiga orang tersebut mabuk berat akibat menengak Miras oplosan.
Tragisnya, satu hari setelah menggelar pesta miras oplosan, mereka mengalami gejala mual-mual yang disertai dengan sesak nafas, namun karena Fitri dan Herdiyanto kondisinya kritis, sehingga pada Jumat (1/6) siang, keluarganya langsung membawa kedua orang tersebut ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.
Sayangnya, satu korban bernama Fitri Karolina menghembuskan nafas terakhirnya, setelah sempat menjalani perawatan oleh petugas medis RSU Situbondo, sedangkan korban Herdiyanto kondisinya kritis, dan masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Sehat Situbondo, setelah sebelumnya sempat dirawat di RSU milik Pemkab Situbondo.
Firman Kurniawan, dokter jaga di RS Mitra Sehat Situbondo mengatakan, jika berdasarkan hasil pemeriksaan medis tim dokter, pasien bernama Heriyanto itu akibat over dosis Miras, sehingga pasien Herdiyanto memerlukan perawatan intensif.
”Namun, setelah menjalani perawatan intensif, kondisi korban Herdiyanto mulai berangsur-angsur membaik,”kata dr Firman Kurniawan, Sabtu (2/6).
Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono membenarkan adanya korban tewas dan satu korban kritis akibat menengak Miras oplosan. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan medis tim dokter RSU Situbondo, korban tewas akibat menengak Miras oplosan.”Meski demikian, kami akan tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab tewasnya Fitri Karolina. Selain itu, untuk pengembangan kasusnya, kami akan memanggil sejumlah saksi untuk diminta keterangannya,”kata AKBP Awan Hariono.
Menurutnya, karena dalam beberapa bulan terakhir ini, peredaran alkohol berkadar 70 persen marak di Kota Situbondo. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada para apotik di Kota Situbondo agar tidak menjual bebas alkohol berkadar 70 persen tersebut.”Bahkan, untuk mengantisipasi alkohol 70 persen dijual bebas, kami akan mengirim surat himbauan kepada seluruh apotik di Situbondo agar tidak menjual bebas alkohol berkadar 70 persen tersebut,”pungkasnya.(fat)

