Depok, reportasenews.com – Ventilasi (bovenlicht) Rumah Cimanggis yang menjadi situs sejarah di Kota Depok raib. Itu diketahui setelah anggota Komunitas Sejarah Depok (KSD) mendapatkan informasi kalau ada orang yang menjual ventilasi antik berukuran 1.62 × 1.48 meter.
Saat melihat gambar yang ditawarkan ternyata ventilasi itu seperti yang ada di pintu kamar anak kesayangan Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra. Akhirnya pada Jumat (22/6/2018) anggota KSD membagi tugas untuk menemukan penjual dan mengecek situs Rumah Cimanggis.
“Ternyata benar angin-angin yang berharga itu hilang. Saat bersamaan juga ada orang yang menawarkan angin-angin serta mengembalikan dari pelaku pencurian,” kata Penggiat KSD JJ Rizal kepada wartawan di Kantor YLCC, Senin (25/6/2018).
Memang benar angin-angin yang berharga itu telah dicuri. Hampir bersamaan juga orang yang menawarkan angin-angin itu telah ditemukan dan mau dengan sukarela mengembalikan angin-angin yang didapatnya dari pelaku pengambilan,” kata Penggiat KSD JJ Rizal kepada wartawan, Senin (25/6/2018).
JJ Rizal mengaku miris dengan ventilasi Rumah Cimanggis yang kurang dirawat walaupun berada dinaungan Kota Depok dan Kementerian Agama RI itu hilang dicuri. Karena hal itu menandakan keberadaan situs sejarah terancam.
“Raibnya bovenlicht menandakan jelas bahwa situs sejarah Rumah Cimanggis terancam. Padahal pengelolaan tanah di situs sejarah itu di bawah Kementerian Agama RI dan Pemerintah Kota Depok yang tidak memenuhi amanah UU Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010,” ujarnya.
Mengenai nilai sejarah, kata dia, ventilasi tersebut bukan merupakan lambang keluarga. Namun ventilasi itu menandakan kemewahan yang diharapkan Gubernur Jenderal van der Parra dapat diwarisi kekayaannya oleh anaknya.
“Angin-angin situs sejarah Rumah Cimanggis yang dicuri memang bukan yang lambang keluarga (heraldik). Tetapi kualitas serta mewahnya setara dengan lambang keluarga,” ungkapnya. (jan/ltf)

