Pontianak, reportasenews.com– Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Jumat (20/7) sekitar pukul 16.50 WIB menerima kiriman paket, yang dikirim melalui seseorang supir jasa pengiriman mengendarai mobil melewati penjagaan.

Sopir berinisial T-H (35), warga Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat. Ia mengantarkan paket dengan mobil kantornya.

Alasannya paket tersebut adalah makanan yang tujuan paket kepada seorang tahanan Polda Kalbar, berinisoal M-O, kasus narkoba. Namun setelah diperiksa petugas piket penjagaan di Markas Polda Kalbar, didalamnya terdapat  rangkaian kabel dan dinamo.

Di duga berisi bahan peledak, namun polisi langsung mengantisipasinya. Barang tersebut masih terletak di penjagaan, sedangkan sopir jasa pengiriman ini masih menjalani pemeriksaan  di ruang Ditreskrimum  Polda Kalbar, dan langkah selanjutnya petugas penjagaan menghubungi  tim gegana Jibom Brimob. Dari pantauan reportasenews.com, penjagaan di Mapolda Kalimantan barat masih seperti biasanya, ada enam petugas berada di penjagaan dengan kawat berduri yang masih terletak di depan penjagaan.

Situasi sementara aman terkendali, namun kesiagaan terlihat di Markas Polda Kalimantan Barat. Terutama terhadap ancaman yang tidak dapat diduga dari luar.

Sementara, Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Polisi Nanang Purnomo, mengatakan paket tersebut salah kirim.

“Tujuan paket dialamatkan ke Mega Mall, ternyata salah kirim ke Polda Kalbar dengan tujuan ke tersangka kasus narkoba, Manda Oktvitasari, yang ditahan di Rutan Polda Kalbar,” jelas Nanang.

Nanang mengatakan pengirim paket ini adalah Titin Sumarni asal Bekasi, Jawa Barat. Paket diantar oleh seorang sopir jasa pengiriman dengan masuk melalui penjagaan Polda Kalbar menggunakan minibus.

Saat dilakukan pengecekan oleh petugas piket penjagaan, paket ternyata berisi barang sejenis alat elektronik.

“Terlihat seperti ada kabel berwarna putih dan hijau di dalam paket tersebut,” ujarnya.

Paket ini langsung diamankan, dan langsung di cek oleh petugas Gegana Jihandak Bom Brimob Polda Kalbar.

Soal paket ini salah kirim, karena tersangka narkoba Manda Oktvitasari memang benar ada memesan paket makanan berupa rendang, telur puyuh, ikan dan sambal balado dari tante Titin yang merupakan ibu Desi yang satu perkara dengan tersangka Manda Okvitasari.

“Jadi paket ini salah kirim, dan situasi saat ini tetap berjalan seperti biasa,” tutupnya. (das)