Situbondo,reportasenews.com – Satu ruang kelas sekoah SDN 1 Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo ambruk, sedangkan dua ruang kelas yang lain, yakni ruang kelas dua dan kelas tiga kondisi bangunan gedungnya mulai retak.
Akibat ambruknya satu ruang kelas tersebut, puluhan siswa kelas satu SDN 1 terpaksa harus belajar dihalaman sekolahnya. Sedangkan puluhan siswa kelas dua dan kelas tiga, mereka terpaksa belajar dan berkumpul diruang kelas empat dan kelas lima.
Diperolah keterangan, berdasarkan keterangan salah seorang guru SDN 1 Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo, sebetulnya satu ruang kelas SDN 1 Sopet itu ambruk sekitar enam bulan lalu. Selain itu, dua ruang kelas kondisinya diketahui mulai retak.
Ironisnya, bangunan SDN 1 Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo yang ambruk tersebut, diketahui baru selesai dibangun pada tahun 2016 lalu, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, dengan alokasi anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah .
Bahkan, begitu mengetahui satu ruang kelas ambruk dan dua ruang kelas yang lain kondisinya retak, pihak sekolah SDN 1 Sopet langsung melaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkab Situbondo. Sayangnya, hingga kini, belum ada tindak lanjut dari Disdikbud Pemkab Situbondo.
Salah seorang guru SDN 1 Sopet, Kecamatan Jangkar bernama Samsul mengatakan, jika ruang kelas satu yang ambruk itu terjadi sekitar enam bulan lalu. Padahal, tiga ruang kelas tersebut baru dibangun pada tahun 2016 lalu. ” Bahkan, begitu mengetahui ambruk, kami langsung melaporkan ambruknya ruang kelas satu tersebut. Sayangnya, hingga kini, masih belum ada tindak lanjut dari Disdikbud Pemkab Situbondo,”ujar Samsul, Rabu (29/8/2018).
Menurutnya, karena akibat ruang kelas satu ambruk, puluhan siswa kelas satu harus belajar di halaman sekolah, serta puluhan siswa kelas dua dan kelas tiga, mereka mengikuti proses belajar diruang kelas empat dan kelas lima.
”Oleh karena itu, kami berharap ada perhatian dari Disdikbud Pemkab Situbondo. Sebab, paska ruang kelasnya ambruk, puluhan siswa kelas satu belajar di halaman sekolah,”pungkasnya.(fat)

