Situbondo,reportasenews.com – Sebanyak 500 guru mata pelajaran (Mapel) pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), mulai tingkat SD, SMP, SMA dan yang sederajat di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mereka mengikuti diklat pelatih tingkat dasar yang dilaksanakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KON) Kabupaten Situbondo, Rabu (14/11/2018).
Diklat dasar yang bertujuan untuk membekali para guru olahraga di Kabupaten Situbondo, utamanya tentang teknik kepelatihan tersebut, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Situbondo Yoyok Mulyadi diruang pertemuan PGRI Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Dalam arahannya, Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi mengatakan, kegiatan ini jelas sangat bermanfaat untuk menumbuhkan potensi atlet profesional. Sebab, jika materi pelatihan bisa diterapkan di sekolah-sekolah, maka akan muncul banyak atlet potensial.”Sehingga nantinya akan muncul atlet berprestasi di Kabupaten Situbondo,”kata Wabup Yoyok Mulyadi.
Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Situbondo itu, merupakan upaya dalam mendongkrak prestasi olahraga di Situbondo. “Peran serta sekolah, dalam hal ini guru olahraga, sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Bahkan, saat ini, prestasi di bidang olahraga sudah cukup memuaskan. Target KONI sudah melampaui jauh. Pada tahun 2017 lalu, prestasi olahraga meningkat 900 persen dari target. “Kemudian tahun ini meningkat 1.400 persen dari target sebelumnya,” bebernya.
Lebih jauh Wabup Yoyok menegaskan, peningkatan prestasi atlet ini memang menjadi komitmen pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah akan selalu mensuport upaya-upaya KONI dalam mendongkrak prestasi di bidang olahraga. “Harapan kami, akan tumbuh atlet yang bisa tampil di kancah nasional maupun internasional,”pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Situbondo, Reno Widigdyo mengatakan, diklat ini merupakan implementasi dari program setiap anak Situbondo adalah atlet. Tentu, sangat tepat jika dalam memunculkan atlet berawal dari lembaga-lembaga pendidikan. Baik SD, SMP, SMA sederajat. “KONI sedang menyediakan bank atlet,” jelasnya.
Menurutnya, dalam program bank atlet, sekolah menjadi sasaran utama dalam penyediaan bibit atlet. Karena itu, potensi yang ada di lembaga-lembaga pendidikan, harus dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya. “Nah, melalui diklat ini, kami sedang mengoptimalkan peran serta guru olahraga. Mereka kita berikan pendidikan dasar tentang kepelatihan,” kata Reno Widigdyo.
Namun, dari pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memahami pelajaran PJOK. Akan tetapi mampu memahami teknik pelatihan dalam membentuk atlet. “Dari guru-guru ini menghasilkan atlet lima saja di lingkungan sekolah, kita sudah memiliki 2.500 atlet,” ujarnya.
Pria yang akrab dipanggil Reno mengatakan, jumlah itu tidak harus berprestasi semua. Tetapi, di antara mereka sudah pasti ada yang berprestasi. “Seratus orang saja yang berprestasi sudah bagus. Itu sudah mendongkrak prestasi olahraga Situbondo ke rangking atas,” imbuhnya.
Lebih jauh Reno mengatakan, dari total sebanyak 500 guru PJOK yang mengikuti diklat pelatih dasar. Namun, dari para peserta yang mumpuni, nantinya akan diikutkan diklat tingkat madya, kemudian ke tingkat muda. “Selain nanti berprofesi sebagai guru, mereka bisa mengambil lisensi khusus cabang olahraga. Dan ini bisa menjadi profesi baru yang menambah kesejahteraannya sebagai guru,” pungkasnya. (fat)

