Pandeglang, reportasenews.com – Ratusan warga Desa Taman Jaya , dan Kerta Jaya Kecamatan Sumur Pandeglang masih mengungsi di dataran yang lebih tinggi. Berbeda dengan para pengungsi di labuan yang tinggal di tenda besar, masjid atau aula, warga di desa ini sebagian besar warga mengungsi di rumah rumah milik saudara , kerabat atau tetangga desa mereka.
Menti (50 th), warga dusun ketapang bersama seluruh keluarga nya hingga sore kemarin masih mengungsi di Cipining Desa Cigarandong. Biasanya mereka memang mengungsi dari sore hingga keesokan paginya.
“Saya teh masih takut cai (air) gede. Waktu malam minggu suara air laut seperti suara pesawat , warga semuanya lari ke gunung Pariuk. Kami tinggal selama 2 malam di bawah pohon gak pake tenda.” Cerita Menti kepada reportasenew.com.
“Sekarang kami nginep di rumah saudara di Cikapining. Gak tidur di gunung deui”. Jelas Menti dengan logat sundanya yang kental
Teguh Arif , Diretur eksekutif IMCARE (Indonesian Muslim Care) menuturkan kondisi pengungsi di desa taman jaya relatif lebih baik karena tinggal di rumah rumah tetangga desa yg lokasi nya lebih tinggi.
” Namun karena pengungsi tersebar, relawan harus kerja ekstra mengunjungi satu persatu rumah yang dijadikan tempat mengungsi. Mereka butuh makan dan dicek kondisi kesehatan mereka ” Jelas Teguh.
Bantuan sembako dari berbagai lembaga ke kecamatan Sumur masih terus berdatangan. Karena kondisi jalan yang rusak mobil pick up dan truck yang membawa angkutan bantuan berjalan lambat hingga sering menimbulkan kemacetan.
Daeng Hudaya, aktivis Sekolah Relawan menilai selain sembako, warga butuh sekali bantuan tenaga psykolog.
“Warga masih banyak yang trauma akibat tsunami. Isu air naik dan Informasi aktifitas vulkanologi gunung Krakatau pun membuat warga khawatir.” Pungkas Daeng. (Pei)

