Situbondo,reportasenews.com –Jumlah pasien penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bertambah sebanyak tujuh penderita, sehingga jumlah total penderita penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti pada awal  Januari 2019 ini,  menjadi sebanyak  34  penderita di Kabupaten Situbondo.

Namun,  tujuh tambahan penderita DBD  di Kabupaten Situbondo tersebut, mereka masih menjalani perawatan intensif di RSU dr Abdoe Rahem Situbondo. Dengan  rincian,  sebanyak enam penderita diketahui masih balita dan anak, sedangkan seorang penderita DBD  bernama Nur Faida (28).

Sedangkan sebanyak 27 penderita  penyakit DBD di Kabupaten Situbondo pada awal Januari Tahun   2019 ini, sebagian dari  penderita DBD tersebut diketahui  masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo.

Reno (26), asal Desa/Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo mengatakan,  sudah empat hari lalu anak pertamanya  menjalani perawatan intensif di RSU Situbondo. Namun, sebelum dirawat di RSU milik Pemkab Situbondo,  anaknya sempat diperiksa kepada salah seorang bidan di desanya.

“Karena setelah diperiksa ke salah seorang bidan anak saya  diketahui panasnya belum turun, sehingga saya langsung membawa Gabril ke RSU Situbondo,  hingga akhirrnya disuruh opname oleh salah seorang  petugas IGD RSU Situbondo,”kata Reno, saat ditemui RSU Situbondo, Kamis (24/1/2019).

Sementara itu, Heri Winarno, Kabag TU RSU dr Abdoer Rahem Situbondo  mengatakan, jika pada awal Januari 2019 ini, tercatat sebanyak tujuh penderita penyakit DBD yang menjalani rawat inap.”Namun, dari jumlah total tujuh penderita, satu penderita diketahui sudah dewasa. Sedangkan  enam penderita DBD yang lain diketahui masih balita dan anak-anak,”ujar Heri Winarno.

Menurutnya, karena pada setiap  musim hujan, penyakit DBD  dipastikan akan   mewabah di Kabupaten Situbondo. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada warga Situbondo,  untuk menggalakan program 3 M, yaitu,  menguras, menutup dan mengubur.”Selain itu, saya juga menghimbau  kepada warga Situbondo, agar  tetap menjaga keberssihan dilingkungannya masing-masing,”imbau Heri Winarno.(fat)