Pontianak, reportasenews.com – Meluasnya penyebaran virus corona membuat masyarakat semakin waspada. Imbasnya, warung kopi yang biasa menjadi tempat pertemuan dan tongkrongan warga kota Pontianak, berdampak menurunnya pengunjung. Terlebih sejak adanya himbauan Gubernur Kalimantan Barat untuk tidak mendatangi area keramaian untuk mencegah meluasnya penyebaran corona.
Warung kopi memilih tutup awal terutama warung kopi di kawasan jalan siam yang berada tak jauh dari rumah sakit Kharitas Bakti, dimana seorang pasiennya sempat dirawat dan dinyatakan terjangkit COVID 19. Sepinya pengunjung menjadi salahsatu alasannya, mereka tutup dan kuatir terjangkit virus Corona.
Kota Pontianak saat ini masuk dalam daftar delapan sebaran daerah terjangkit COVID 19 di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan.
“Kuatir tetap ada, makanya setiap melayani pengunjung, saya selalu selalu cuci tangan, dan siapkan lemon tiga irisan, dicampur ke airdingin serta diberi garam. Kalau ada pengunjung pengunjung rumah sakit datang kesini, kita bersih bersih dengan cuci tangan, dan semua meja di lap bersih dan disemprot anti kuman. Yang pasti sejak merebaknya Corona, warkop sekarang menjadi sepi,” ujar Anastasya, pelayan warung kopi.
Hal yang sama juga dirasakan pengunjung warung kopi ini. Biasanya pada pagi hari, banyak sekali warga yang menikmati kopi sambil menongkrong di warung kopi ini.
“Saya sebagai pengunjung warung kopi, kebetulan berada di sekitar di rumah sakit. Apalagi saat ini banyak isu yang beredar, sangat terasa saat ini sepi. Biasanya ramai pengunjung, sekarang pengunjung berkurang. Untuk mencegah terjadinya penularan, saya selalu waspada dengan menjaga kebersihan sendiri, dan membersihkan tangan dengan cuci tangan dan hand sanitizer,” tutur Holi, pengunjung warung kopi.
Menurunnya jumlah pengunjung ke warung kopi, membuat pengelola menutup awal usahanya. Dampak penurunan ini dirasakan sejak seorang pasien yang dirawat di rumah sakit swasta ini diketahui positif terjangkit COVID 19.
“Sepi sekali, pengunjung tidak ada, apalagi saat ini sekolah diliburkan, dan sebagian masyarakat kita sudah mulai kuatir dengan banyaknya informasi tentang corona di media sosial maupun di whatsapp. tentu sekarang sangat terasa penurunannya,” kata Anto, pengelola warung kopi.
Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona, Pemerintah kota Pontianak juga telah meliburkan seluruh aktifitas belajar mengajar mulai hari ini hingga 14 hari kedepan. Siswa tetap belajar di rumah secara daring melalui bimbingan guru. Dan, siswa tidak melakukan aktifitas berlebihan di luar rumah.
Selain itu, mulai hari ini sejumlah pusat keramaian seperti Taman Alun Kapuas juga ditutup sementara hingga batas yang belum ditentukan. Pemerintah kota Pontianak masih mengkaji penutupan seluruh warung kopi di kota pontianak karena diketahui warung kopi masih sering didatangi pelajar yang sedang diliburkan saat wabah corona merebak. (das)

