Pontianak, reportasenews.com – Patroli berskala besar kembali di gelar tim gabungan (Dinas Kesehatan kota Pontianak, Kodim 1207/BS, Polresta Pontianak, Satpol PP Kota Pontianak, pol PP provinsi Kalbar, Pomal TNI AL, Propam Polresta Pontianak) menyisir beberapa tempat yang masih ramai kerumunan warga.

Tak sekedar membubarkan warga yang sedang berkumpul, petugas juga membawa dua petugas lengkap dengan alat pelindung diri serta membawa peralatan rapid test serta masker. Salahsatu kawasan yang disisir petugas adalah kawasan pasar Kemuning, Kota Baru, Pontianak.

Petugas menemui beberapa pengunjung dan pedagang. Rata rata berusia muda. Mereka langsung diminta mengikuti rapid test. Seorang wanita muda ini sempat menangis karena takut. Namun setelah diberi pengertian petugas, wanita ini luluh mengikuti anjuran pemerintah untuk menjalani rapid test.

bandicam 2020-04-14 18-46-27-694

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr. Sidiq Handanu mengatakan, pemeriksaan kepada masyarakat umum menggunakan rapid tes ini adalah survei cepat untuk mengetahui bagaimana angka grafik penyebaran virus Corona di Kota Pontianak.

“Dalam penyebaran virus Covid 19, ada istilahnya asimtomatik yakni orang yang terpapar virus tanpa gejala, dan angka ini sangat besar, dan hal ini banyak ditemui di anak anak muda yang beranggapan memiliki imunitas tetapi justru terkena Covid 19 namun tidak ada gejala sehingga dapat menularkan ke usia yang rentan tertular, khususnya usia orang tua,” terang Sidiq.

Karena menurut Sidiq, data menunjukkan banyak pasien Covid 19 yang masuk rumah sakit dan sulit tertangani karena ada penyakit bawaan berusia diantara 60 tahun ke atas, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.

Selain pasar Kemuning, kawasan yang disisir petugas adalah pusat kuliner di jalan Sutan Syahrir, Kota Pontianak. Beberapa pengunjung juga menjalani rapid test termasuk pengendara ojol.

Selain itu, petugas juga menyisir kawasan yang banyak dijumpai  warung kopi, dimana masih ditemukan anak anak muda nongkrong.

Warung kopi yang sudah sering diingati untuk hanya melayani penjualan bungkus (take away). Tapi petugas masih menemukan pemilik usaha maupun pembeli tetap nongkrong.

Mereka yang ditemui petugas langsung diperingati dan diminta membubarkan diri termasuk salahsatu kumpulan pesepeda yang ditemui nongkrong langsung menjalani rapid tes.

Danramil Pontianak Selatan, Mayor Inf. Eko Prasetyo menegaskan patroli gabungan ini memfokuskan kepada masyarakat yang masih keluyuran ditengah penerapan sosial distancing terutama di warung makan, warung kopi, dan pusat keramaian seperti pasar.

Ia mengajak masyarakat ikut aktif bersama sama mencegah penyebaran virus Corona dan sadar tentang bahayanya Covid 19. (das)