Pontianak, reportasenews.com – Komandan Lantamal XII Pontianak, Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi, beserta Pejabat Utama Lantamal XII, antara lain Wadan Lantamal XII, Para Asisten, Kadis/Kasatker melaksanakan Bhakti Sosial Peduli Covid 19 di Pasar Belimbing Jeruju, Kota Pontianak Kalimantan Barat, Senin (1/6/2020)
Pelaksanaan Bhakti Sosial yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Lantamal XII, bersinergi dengan Dinas Potensi Maritim Lantamal XII, dengan mengambil tema Peduli Covid 19 dilaksanakan oleh Lantamal XII Pontianak terhadap masyarakat dalam rangka percepatan penanggulangan virus covid 19 di Pontianak.
“Dipilihnya Pasar Belimbing Jeruju Kota Pontianak Kalimantan Barat dan sekitarnya, karena pasar ini dekat dengan Markas Lantamal XII Pontianak di jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak,” kata Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Danlantamal XII Pontianak, Letkol Laut (K) Heru Subagyo.
Heru mengatakan kegiatan ini dilakukan dengan membagi-bagikan masker dan melaksanakan rapid test terhadap pengunjung pasar Belimbing.
“Dalam pelaksanaannya Danlantamal XII beserta rombongan, meninjau warga masyarakat yang ada di Pasar Belimbing Jeruju Kota Pontianak baik penjual maupun pembeli, apakah sudah melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19, sesuai ketentuan atau belum,” ujarnya.

Acara Bhakti Sosial ini selain dihadiri seluruh Pejabat Utama Mako Lantamal XII, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. H. Horrisson M.Kes, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Koperasi Kota Pontianak, Hariadi, Camat Sungai Jawi Kota Pontianak, Kepala kelurahan serta Kepala RT/RW di wilayah Kecamatan Sungai Jawi Kota Pontianak.
“Wabah atau pandemi virus corona atau yg kita kenal dengan Covid-19 sampai saat ini belum berakhir, oleh karena itu sesuai rekomendasi WHO dan kementerian kesehatan kita tetap harus jalankan protokol kesehatan siaga Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson.
Harisson mengatakan, rapid test di Pasar Belimbing ini ditargetkan dilakukan terhadap pedagang dan pengunjung dengan jumlah 150 orang. Rapid test terus digelar untuk mendeteksi awal penyebaran dan penularan Covid 19, dan selanjutnya dilakukan tracing untuk yang reaktif.
“Targetnya memang pusat keramaian seperti pasar, terlebih saat ini pemerintah tengah mengambil langkah penerapan new normal atau tatanan baru kehidupan yang berdampingan dengan virus Covid 19, karena tak mungkin menghilangkan virus Covid 19 seutuhnya,” jelas Harisson.
Dari pelaksanaan rapid test terhadap pengunjung dan pedagang di Pasar Belimbing, dari 86 orang yang mengikuti rapid test, satu orang dinyatakan reaktif.
“Melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 tidak hanya untuk kepentingan kesehatan diri sendiri saja tetapi juga untuk saling menjaga kesehatan kita bersama. Himbauan menggunakan masker bukan lagi hanya untuk masyarakat yang sakit. Masyarakat yang sehat juga diminta utk memakai masker untuk meminimalisir penularan dari Virus Covid 19,” tutupnya. (das)

