Situbondo,reportasenews.com – Menjelng pemberlakukan New Normal di Kabupaten Situbondo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Situbondo, meninjau langsung kesiapan ke sejumlah tempat peribadatan, yang telah mengajukan untuk membuka kembali melaksanakan aktivitas ibadah.
Bahkan, dalam meninjau sejumlah tempat ibadah di Kota Situbondo, Forkopimda Situbondo didampingi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat, untuk mengetahui apakah sejumlah gereja telah memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19.
Salah satu tempat ibadah yang ditinjau langsung oleh Forkopimda dan FKUB Situbondo, yakni Gereja Katolik Maria Bintang Samudera, yang berlamat di Jalan Mawar, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, Situbondo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Situbondo Syaifullah mengatakan, Forkopimda dan FKUB Situbondo sengaja meninjau langsung ke sejumlah gereja, untuk melihat langsung kondisi gereja.”Karena sehari sebelumnya, sejumlah gereja telah mengajukan untuk membuka aktivitas ibadah, dan kami lihat sudah memenuhi protokol kesehatan,” ujar Syaifullah, Rabu (22/7/2020).
Menurutnya, sesuai penjelasan dari pihak gereja, kendati rumah peribadatan dibuka kembali, langkah antisipasinya sementara tidak mengizinkan beribadah di gereja bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan anak-anak.
“Nantinya, pemerintah daerah akan menempelkan stiker “adaptasi kebiasaan baru” di setiap tempat peribadatan yang mengajukan dan membuka kembali aktivitas ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penanggulangan Covid-19 Gereja Katolik Maria Bintang Samudera Situbondo, Rudi Afiyanto mengemukakan, pihaknya telah mempersiapkan untuk memenuhi standar protokol kesehatan di tempat ibadahnya.
“Untuk kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan sudah kami penuhi. Selain itu, kami juga membatasi jumlah jemaah. Biasanya kalau satu bangku diisi delapan orang, sekarang diisi tiga orang, dan jarak bangku satu meter,” katanya.
Pria yang akrab dipanggil Rudi menambahkan, selama pandemi Covid-19, Gereja Katolik Maria Bintang Samudera Situbondo melaksanakan ibadah dengan melalui dalam jaringan (daring/online).”Namun, pelaksanaan ibadah melalui aplikasi online tersebut diikuti sekitar 1.500 orang jemaah gereja,”pungkasnya.(fat)

