Riau,reportasenews.com – Guna membangkitkan  pariwisata dan meningkatkan gairah para traveler yang ingin berlibur ke seluruh  Kepulauan Riau,  Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau dan Cakrabramasta menggelar  Kepri Vacation Expo (KVE) yang berlangsung dari tanggal 30 Oktober – 7 November 2021 di Mall Botania 2, Batam.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mengatakan Kepri Vacation Expo jadi pendorong kembali sektor parekraf di Kepri. Berbagai exhibition sebagai sarana promosi. Berbagai pelaku industri pariwisata di Kepri mengisi tenant-tenant dengan berbagai produk wisata.

Terdapat Bazaar kuliner untuk UMKM.Ada 54 UMKM kuliner,additional event pada 29 Oktober Live Musik, 30 Oktober Angklung dan 31 Oktober Tiktok Comunity.

Expo pariwisata ada 20 Stan Expo yang terdiri dari Dinas Pariwisata Kepri, Dinas Pariwisata Bintan dan Dinas Pariwisata Lingga, Politeknik Bintam Cakrawala dan SMK Pariwisata Adimulya,PHRI, Bintan Resort, Hotel dan resort di batam, destinasi wisata,Travel Agent, ASITA, ASPABRI, ASPPI, ASTINDO DAN IPI.

Dedi Sutama selaku penanggung jawab event mengatakan event ini memang diperuntukkan berkolaborasi dengan berbagai insan pariwisata di Kepri. Kelesuan pariwisata tidak boleh berlama-lama dibiarkan. Event-event pemantik wisatawan dengan promo liburan bisa menjadi salah satu alternatifnya. Kalau bisa kedepan ada paket-paket wisata.

stand bazar kuliner

“Event seperti ini sudah harus mulai kita gaungkan untuk hidupkan pariwisata lagi. Jangan terlalu lama kita lesu dengan keadaan. Walaupun PPKM sudah turun level satu. Kita juga harus jaga ketat protokol kesehatan untuk menjaga level PPKM tetap seperti ini dan pariwisata Kepri bisa berjalan seperti semula.” jelas Dedi.

Turut hadir Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau,Raden Hari Tjahyono. Ia mengatakan sektor pariwisata adalah sumber pendapatan daerah terbesar setelah sawit. Kepri dengan luas wilayah yang besar yakni baharinya.

Banyak potensi-potensi yang harus dibenahi di pariwisatanya dan dipromosikan akibat terdampak pandemi COVID-19. Bukan hanya gubernur saja. Tapi harus semuanya mulai dari pemerintah hingga stakeholder. Membuat berbagai upaya dan program-program untuk wisatawan luar daerah untuk datang ke Kepulauan Riau.(*)