Jakarta,reportasenews.com – Kenaikan harga minyak goreng di DKI Jakarta dan Sejumlah daerah hinga hari ini, Jumat (19/11), masih terus terjadi. Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), di Provinsi Gorontalo harga minyak goreng dijual seharga Rp23.450 per kg. Kemudian diikuti oleh Provinsi Papua Barat seharga Rp20.450 per kg

Sedangkan di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan harga dibanderol sebesar Rp19.550 per kg. Adapun, harga minyak goreng termurah ada di Provinsi Maluku Utara di kisaran Rp16.450 per kg.

Menyikapi hal ini Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan kenaikan harga minyak goreng yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Kemendag menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp11 ribu per kg dengan acuan harga CPO internasional sebesar US$500-US$600 per metrik ton (MT). Sementara, saat ini harga CPO telah menyentuh kisaran US$1.250 per MT. Maka otomatis, kata Mendag, harga minyak goreng dalam negeri pun melonjak.

“Saat kami buat HET Rp11 ribu (per kg) berbasiskan harga CPO US$500-US$600, begitu harganya 2 kali lipat maka harga minyak goreng lebih dari Rp16 ribu,” jelasnya pada acara Technopreneur Fesh HIPMI, Jumat (19/11), dikutip antaranews.com.

Lutfi memproyeksikan harga CPO internasional masih akan naik lagi menembus US$1.500 per MT. Alasannya, karena panen kacang kedelai seluruh dunia bakal terganggu.

Namun Lutfi tak menyinggung soal langkah apa yang diambil pemerintah untuk menurunkan harga minyak di level masyarakat. (*)