Ngawi,reportasenews.com – Pembelajaran tatap muka di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Ngawi terpaksa dihentikan sementara menyusul sejumlah murid dan guru positif terpapar Covid-19.
Dimana dari hasil Rapid Test Antigen yang dilaksanakan UPT Puskesmas Teguhan bersama Korwil Pendidikan, Polsek dan Koramil Paron dengan menyasar pada 97 orang, terdiri 37 guru dan 60 siswa.
Hasilnya, 89 orang dinyatakan negatif dan 8 orang positif. Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 terdiri dari seorang guru, serta seorang siswa-siswi kelas 7B dan enam siswa kelas 9A.
Kapolsek Paron AKP Suyitno SH yang melaksanakan pendampingan pengambilan Rapid Test Antigen terhadap guru dan siswa MTsN 4 Ngawi di Desa Gentong menyampaikan guru dan siswa-siswi yang terpapar Covid-19 pernah kontak erat dengan salah satu guru di MTsN 4 Ngawi yang terpapar Covid-19 klaster dari suaminya yang mengajar sebagai guru di SMPN 1 Ngrambe.
“Pengambilan Rapid Test Antigen hasilnya satu guru dan tujuh siswa-siswa positif terpapar Covid-19. Selama lima hari kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara sesuai petunjuk dari tim kesehatan,” jelas Kapolsek Paron AKP Suyitno SH.
Mengantisipasi penyebaran Covid-19, tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Paron mengambil langkah untuk melaksanakan isolasi mandiri sesuai dengan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu guna memutus mata rantai penularan Covid 19 di MTsN 4 Ngawi. Selain mendorong peningkatan edukasi kepada guru dan siswa untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Lebih lanjut Kapolsek Paron mengatakan pasca lima hari kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara, tim Gugus Tugas Covid-19 di Kecamatan Paron akan kembali melaksanakan Rapid Test Antigen terhadap guru dan siswa MTsN 4 Ngawi.
“Sebelum pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan, guru dan siswa MTsN 4 Ngawi wajib Rapid Test Antigen guna memastikan masih terpapar Covid-19 atau tidak,” terangnya. (don)

