Gara-Gara Edit Foto Vulgar di AI, Siswa SMP di Jaktim Diduga Jadi Korban Kekerasan
- calendar_month 8 menit yang lalu
- print Cetak

Polisi menyelidiki dugaan kekerasan terhadap seorang siswa SMP di Jakarta Timur yang diduga berkaitan dengan persoalan pengeditan foto menggunakan teknologi AI. (Ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Polres Metro Jakarta Timur menyelidiki dugaan kekerasan terhadap seorang siswa SMP Negeri di Jakarta Timur. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan penyalahgunaan foto menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap siswa tersebut. Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Terduga pelaku yang membuat atau mengedit foto rekan-rekannya, membuat laporan penganiayaan,” kata Made seperti dikutip Antara, Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, dugaan kekerasan terjadi selama dua hari, yakni pada Selasa (15/9) dan Rabu (16/9). Korban disebut sempat dibawa ke sejumlah lokasi di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur.
Pada kejadian pertama, korban diduga mengalami kekerasan fisik di sebuah rumah kosong. Polisi masih menyelidiki identitas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Setelah di rumah kosong korban dipukul bagian hidung, telinga, kepala, dan dada korban ditendang oleh beberapa pelaku (lidik),” ujar Made.
Dugaan kekerasan kembali terjadi sehari kemudian di sekitar Waduk Ria Rio. Korban disebut kembali mengalami kekerasan fisik.
“Kemudian setiba di waduk korban dipukul bagian kepala, digampar di bagian telinga kanan dan kiri, kemudian bagian perut korban beberapa kali ditendang oleh beberapa pelaku (lidik),” katanya.
Menurut Made, dugaan kekerasan tersebut diduga dipicu persoalan di lingkungan pertemanan setelah korban disebut melakukan pengeditan sejumlah foto menggunakan teknologi AI tanpa persetujuan pihak yang bersangkutan.
Polisi masih memastikan seluruh fakta dalam perkara tersebut, termasuk apakah pihak yang merasa dirugikan akibat dugaan pengeditan foto telah membuat laporan secara terpisah.
“Iya betul, namun saya saat ini masih menanyakan apakah para korban sudah membuat laporan atau belum,” kata Made.
Kepolisian selanjutnya mendalami dugaan kekerasan serta dugaan penyalahgunaan foto tersebut secara terpisah sesuai dengan fakta dan bukti yang ditemukan dalam penyelidikan.
Karena perkara ini melibatkan anak, identitas dan rincian yang dapat mengarah pada pengungkapan jati diri para pihak yang masih di bawah umur tidak diungkap untuk melindungi kepentingan terbaik anak.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar