5 Pelaku Bobol Kartu Kredit Pakai Fake BTS Ditangkap
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Polda Metro Jaya menangkap lima tersangka kasus pembobolan kartu kredit dengan modus SMS blast menggunakan fake BTS. Pelaku menyasar warga di lokasi ramai. (ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polda Metro Jaya membongkar kasus pembobolan kartu kredit dengan modus SMS blast menggunakan perangkat fake BTS. Lima orang ditangkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait pesan singkat palsu yang mengatasnamakan perbankan, provider, hingga perusahaan komersial.
Para pelaku diduga menyebarkan SMS berisi tautan phishing yang mengarahkan penerima ke situs palsu. Situs tersebut dibuat menyerupai laman resmi untuk memperdaya korban agar memasukkan data pribadi dan informasi yang dapat digunakan dalam aksi pembobolan kartu kredit.
Kasubdit 4 Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang menerima SMS palsu di sekitar rute MRT, mulai dari Bundaran HI hingga Blok M.
“Kami mendapat laporan atau keluhan dari masyarakat terkait dengan adanya penerimaan SMS palsu atau fake SMS yang disebarkan atau di-blasting di sekitar rute MRT. Mulai dari Bundaran HI sampai dengan Blok M,” kata Grawas, Jumat (2/10/2026).
Menurut Grawas, pesan yang disebarkan para pelaku mengatasnamakan sejumlah pihak, mulai dari gerai kopi, provider, hingga perbankan. Pesan tersebut kemudian mengarahkan penerima menuju situs yang menyerupai laman resmi.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan perangkat fake BTS. Alat tersebut bekerja dengan mensimulasikan spektrum frekuensi GSM sehingga telepon seluler di sekitarnya dapat menerima SMS seolah-olah dikirim melalui BTS resmi.
“Fake BTS ini adalah alat yang mensimulasikan spektrum frekuensi GSM kepada mobile phone atau handphone yang berada di sekitar alat tersebut. Sehingga alat tersebut dapat beroperasi layaknya BTS asli, meskipun BTS tersebut adalah BTS bayangan atau fake BTS,” ujar Grawas.
Penyidik menduga para pelaku sengaja memetakan lokasi dengan tingkat kepadatan masyarakat tinggi. Aksi dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti jam berangkat dan pulang kerja, jam makan siang, serta saat masyarakat berkumpul di stasiun dan pusat perbelanjaan.
“Memang benar dia atau para pelaku ini memetakan titik-titik keramaian tempat berkumpulnya massa karena mereka ibaratnya menebar jala. Siapa tahu dari blasting ke tempat keramaian itu ada yang kena phishing,” katanya.
Pengungkapan berlanjut pada 31 Juli 2026. Polisi menemukan sebuah mobil berwarna silver yang bergerak lambat dan beberapa kali melintasi rute yang dicurigai. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan perangkat fake BTS di dalam mobil yang dioperasikan tersangka GM.
Dari pemeriksaan GM, penyidik mengembangkan penyidikan dan menangkap NL yang diduga berperan mencari kendaraan serta pengemudi untuk menjalankan aksi. Polisi kemudian menangkap AGW yang diduga berperan memberikan gaji kepada NL dan GM.
Penyidik selanjutnya mengungkap peran dua tersangka lain, yakni JYI yang diduga bertugas sebagai teknisi pemasangan perangkat fake BTS ke dalam mobil dan AD yang diduga mengatur isi serta jumlah SMS yang dikirimkan.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita satu unit mobil dan seperangkat perangkat fake BTS yang terdiri dari aki, amplifier, power supply, serta perangkat fake BTS. Polisi juga menyita lima telepon seluler, buku rekening, dan kartu ATM yang diduga berkaitan dengan aktivitas para tersangka.
Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mendalami kemungkinan keterlibatan serta peran pihak lain dalam kasus pembobolan kartu kredit menggunakan modus fake BTS tersebut.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar