Pontianak, reportasenews.com – Sekitar 150 hektar lahan gambut dan semak belukar di desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, terbakar sejak Sabtu (23/3/2019) hingga Senin (25/3/2019) sore ini. Bahkan api terus meluas ke kebun nenas warga yang siap panen.
Sebanyak 15 personil TNI Koramil 1201-02 Sungai Pinyuh,15 petugas Damkar dan BPBD,yang di bantu warga setempat terus berupaya melakukan pemadaman.
Namun karena akses air susah di jangkau, sehingga pemadaman tidak bisa maksimal dilakukan.
Kebakaran hutan dan lahan gambut juga terjadi di Sungai Enau, dan telah hanguskan sekitar 200 hektar kebun Nenas dan kebun sawit.
“Sudah tiga hari ini api masih membesar, padahal pemadaman api terus dilakukan. Disini kesulitan sumber air,” kata Supinah, warga Desa Sungai Enau, Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya.
Lokasi kebakaran Parit Munggu mas, RT 03 RW 08 Dusun Jaya, Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, jauh dari pemukiman warga atau sekitar 500 meter, tapi warga telah diingatkan petugas kepolisian, untuk tetap waspada karena api gambut merembet ke dalam tanah.
Bahkan warga merekam kejadian kebakaran gambut ini dengan telepon pintarnya yang kemudian beredar di media sosial.
Sementara, Polsek Sungai Pinyuh telah memeriksa 2 orang warga dan pemilik lahan yang terbakar.
Menurut Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol Sunaryo, hingga saat ini kedua orang tersebut masih diperiksa sebagai saksi.
“Tidak tertutup kemungkinan akan berubah jadi tersangka,” tegasnya.
Sedangkan kebakaran gambut di belakang Kompleks Bhayangkara Permai, Desa sungai Raya Dalam belum juga padam. Api terus menjalar ke arah pemukiman penduduk. Petugas pemadam kebakaran dari Manggala Agni, BPBD Kubu Raya, dan Damkar swasta hingga siang dan malam ini masih terus mendinginkan gambut yang terbakar dengan terus menyemprotkan air.
Menipisnya sumber air menjadi kendala pemadaman gambut dan kelelahan yang dialami petugas pemadam kebakaran karena terus bekerja memadamkan api dari pagi ke pagi hari.
Saat ini jumlah titik api yang terpantau satelit yang dikeluarkan BMKG Bandara Supadio Pontianak tercatat ada 37 titik api dan terus bertambah seiring suhu panas tertinggi yang mencapai 35 derajat celsius di provinsi Kalimantan Barat. Sebaran titik api terbanyak adalah Kabupaten Kubu Raya.
Bahkan lahan gambut yang berada di sekitar Bandara Supadio Pontianak juga ikut terbakar sejak beberapa hari kemarin. Hal ini dikuatirkan dapat menganggu aktivitas penerbangan akibat jarak pandang yang terbatas tertutupi kabut asap. (das)

