Banjir Ciracas Rendam 9 RW, Puluhan Warga Dievakuasi
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Sejumlah wilayah di Jakarta Timur terendam banjir. (Foto: Instagram/info_cipayung)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Banjir merendam sembilan rukun warga (RW) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, setelah Kali Cipinang meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (21/3/2026) sore. Genangan terjadi di sejumlah kelurahan dan memicu evakuasi warga, terutama kelompok rentan.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengatakan hujan berintensitas cukup tinggi berlangsung antara pukul 17.00 hingga 19.00 WIB. Kondisi tersebut diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu.
”Hujannya dari sore. Volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok cukup besar, sehingga menyebabkan Kali Cipinang meluap,” kata Panangaran seperti dilansir Antara, Minggu (22/3/2026).
Ia menjelaskan, dari lima kelurahan di Kecamatan Ciracas, empat wilayah terdampak banjir karena dilintasi aliran Kali Cipinang. Keempatnya yakni Kelurahan Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, dan Rambutan.
Genangan tersebar di sembilan RW di bantaran kali. Di Kelurahan Cibubur, banjir terjadi di RW 05 dan RW 06. Sementara di Kelurahan Kelapa Dua Wetan meliputi RW 02, RW 09, dan RW 11. Adapun di Kelurahan Ciracas, air merendam RW 04 dan RW 05. Sedangkan di Kelurahan Rambutan, genangan dilaporkan terjadi di RW 01 dan RW 03.
Air mulai meluap sekitar pukul 18.30 WIB. Biasanya genangan di kawasan tersebut surut dalam waktu dua jam. Namun kali ini banjir bertahan lebih lama.
”Biasanya dua jam sudah surut, tapi sampai pukul 22.00 WIB air masih belum surut, awet banget banjirnya,” ujarnya.
Menurut Panangaran, lamanya genangan diduga karena debit air kiriman dari hulu yang tinggi serta kapasitas kali yang tidak mampu menampung volume air. Pihak kecamatan bersama unsur terkait terus memantau kondisi di lapangan.
”Kami imbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi,” ucapnya.
Selain itu, warga di daerah rawan diminta segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya agar dapat ditangani cepat oleh petugas.
Sementara itu, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur melakukan evakuasi terhadap warga rentan. Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, mengatakan evakuasi difokuskan pada kelompok berisiko.
”Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit,” kata Muchtar.
Di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03, Kelurahan Cibubur, ketinggian air mencapai sekitar 1,7 meter. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan warga.
Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi, terdiri dari enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, serta dua warga sakit yang diprioritaskan ke lokasi aman.
Selain itu, petugas juga mengevakuasi enam warga lainnya di Jalan H. Syarif RT 08/RW 10, Kelurahan Cibubur, pada Sabtu malam. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai sekitar 105 sentimeter.
Muchtar menjelaskan satu unit light rescue dengan empat personel dikerahkan untuk mengevakuasi warga dari rumah yang terendam. Operasi dilakukan untuk memastikan tidak ada korban jiwa akibat banjir. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar