Melawi, reportasenews.com – Banjir dan longsor melanda Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Sabtu (11/7) dini hari. Luapan aliran Sungai Pinoh membuat pasar Nanga Pinoh, di jalan Kenanga terendam banjir. Warga terpaksa beraktivitas menggunakan sampan, dan memilih bertahan di lantai dua yang belum tergenang air.
“Air mulai meninggi sejak Sabtu pagi, dan banjir telah merendam kawasan pusat perekonomian,” ujar Kepala BPBD Melawi, Gusti Syafarudin.
Gusti mengatakan, luapan Sungai Pinoh akibat hujan yang terus terjadi sejak Kamis hingga Sabtu pagi. Sebanyak dua ribu rumah di sepanjang aliran sungai ini terendam banjir. Sementara saat ini yang terdata sebanyak 50 kepala keluarga mengungsi dan angkutan penumpang serta sembako lumpuh total.
“Selain merendam rumah warga, lalu lintas darat di ruas jalan Provinsi Nanga Pinoh-Sokan terdapat 20 titik tergenang banjir sampai saat ini belum bisa dilalui kendaraan,” jelasnya.
Warga terpaksa menggunakan rakit untuk mengangkut kendaraan roda dua, sementara untuk beraktivitas warga menggunakan sampan.
“Banjir sudah masuk ke dalam rumah sedalam lutut, banjir mulai tergenang sejak semalam mulai pukul 12.00 WIB. Barang-barang dievakuasi ke lantai dua, sudah sering tiap tahun, kadang dua tahun sekali, selalu siap dengan banjir yang sewaktu-waktu datang,” ujar warga Pinoh, Nasrun.
Dampak hujan yang terus terjadi, tak hanya banjir juga terjadi longsor di 5 titik di jalan Provinsi wilayah Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi. Sebanhak 3 kepala keluarga mengungsi dan 5 rusak parah akibat tertimpa material tanah longsor.
Saat ini berbagai upaya tengah dilakulan tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Melawi, dibantu personil TNI/Polri serta aparat desa dan kecamatan untuk memonitor banjir dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan yang diperlukan warga. Karena korban banjir, sampai saat ini masih bertahan dan sebagian kecil mengungsi ke rumah keluarganya.
Sedangkan untuk rumah warga yang tertimpa longsor, TNI/Polri serta petugas BPBD mengerahkan eksavator termasuk membersihkan tanah longsor yang menutup badan jalan. (das)

