H Fauzan Mistari (kiri), Kepala Dinkes Situbondo dr. Sandi (tengah) dan Kepala Puskesmas Panarukan, Yuni Verosita (kanan) saat audiensi di Ruang Paripurna DPRD Situbondo.

 

Situbondo, Reportasenews.com – Buntut warga meninggal akibat tidak diberi pinjamaan ambulance oleh pihak Puskesmas Panurakan, Kepala Dinas Kesehatan dr Sandy Hendrayono menyatakan siap dicopot dari jabatannya.

Hal itu diungkapkan Kadinkes Situbondo dr Sandy Hendrayono saat dengar pendapat yang dihadiri oleh keluarga korban dengan Kepala Puskesmas  Panurakan serta Kepala Dinas Kesehatan Situbondo yang diprakasai oleh  Komisi IV DPRD Situbondo di ruang Sidang DPRD, Kamis, (07/03/24.

Sandy Hendrayono mengakui ada kesalahan pemahaman prosedur, terkait pemakaiana mobil ambulance oleh Puskesmas Panarukan, Situbondo.

“Mobil ambulance diperbolehkan menjemput pasien di rumahnya, asalkan status pasiennya darurat dan butuh mendapatkan penanganan medis segera dan dilihat dari kasus ini masuk pasien darurat,”katanya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mintaan maaf kepada pihak keluarga yang diwakili H Fauzan Mistari.

“Saya meminta maaf kepada bapak H Fauzan Mistari atau Pak Bronto atas semua kelalaian pelayanan kesehatan di Puskesmas Panarukan, serta saya mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya orang tua pak Bronto,”katanya.

Ia mengatakan dirinya siap untuk di digeser dari jabatannya sebagai kepala Dinkes jika diminta oleh pimpinan.

“Saya tidak pernah minta jabatan apapun, maka jika karena persoalan ini saya diminta untuk menaruh jabatan, saya sangat siap, semoga tidak ada lagi permasalahan serupa dikemudian hari,” Tegasnya.

Sementara H Fauzan Mistari, mengatakan, jika apa yang terjadi kepada keluarganya itu, merupakan bentuk kekeliruan pemahaman prosedur oleh pihak Puskesmas.

Pria yang akrab dipanggil Bronto menegaskan, pihaknya sangat menyayangkan adanya ketidaksinkronan antara program kesehatan Bupati Karna Suswandi dengan pelaksanaan dibawah.

Untuk itu Ia  meminta rekomendasi Komisi IV DPRD Situbondo, yang ditujukan kepada Bupati Situbondo, sebagai evaluasi program unggulannya.

“Saya meminta kepada Komisi IV DPRD untuk memberikan rekomendasi, agar Bupati menggeser kepala Dinkes dan kepala Pukesmas, khusus kepala ruangan Pukesmas Panarukan harus dicopot, sebagai bentuk evaluasi atas gagalnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat,”katanya.

Sementara itu Kepala Dinkes Situbondo, dr Sandy Hendrayono mengatakan, diakui ada kesalahan pemahaman prosedur, terkait pemakaiana mobil ambulance oleh Puskesmas Panarukan, Situbondo.

“Mobil ambulance diperbolehkan menjemput pasien di rumahnya, asalkan status pasiennya darurat dan butuh mendapatkan penanganan medis segera dan dilihat dari kasus ini masuk pasien darurat,”katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, H. Lukman mengatakan, pihaknya akan menampung semua yang disampaikan saat audiensi, untuk kemudian dirapatkan di internal komisi IV sebelum ditentukan rekomendasi apa saja yang akan disampaikan kepada Bupati Situbondo.

“Semuanya aspirasi kami tampung, untuk selanjutnya sebagai bahan di internal komisi IV DPRD Situbondo,”pungkasnya. (fat)