CCTV Ungkap Jejak Sutrimo Sebelum Dievakuasi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

Rekaman CCTV dan ETLE mengungkap pergerakan Sutrimo selama sekitar 12 jam sebelum dievakuasi dari kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Rekaman CCTV dan sistem tilang elektronik atau ETLE mengungkap jejak pergerakan Sutrimo beberapa jam sebelum ditemukan dalam kondisi darurat di kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026) pagi.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengatakan penyidik menyusun linimasa berdasarkan rekaman visual yang menunjukkan Sutrimo berpindah menggunakan tiga sepeda motor berbeda sepanjang malam hingga pagi hari.
“Sebelum insiden tersebut, korban terpantau beraktivitas sepanjang malam dan sempat berganti tiga sepeda motor yang berbeda di sekitar kawasan Petogogan dan Radio Dalam,” kata Anom dalam konferensi pers, Rabu (30/9/2026).
Rangkaian pergerakan itu tercatat sejak Rabu (22/7) pukul 21.20 WIB. Saat itu, Yamaha Mio bernomor polisi B 3205 EAL yang dikendarai Sutrimo dilaporkan mogok di depan Klinik SAS.
Sekitar 10 menit kemudian, seorang rekannya datang menggunakan Honda Supra B 6978 SS untuk membantu mendorong sepeda motor tersebut melalui Jalan Petogogan I hingga Jalan Radio III.
Pergerakan Sutrimo kembali terpantau pada Kamis (23/7) pukul 00.35 WIB. Ia terlihat menggunakan Yamaha Jupiter merah bernomor polisi B 3888 NDI dan melintas di Jalan Petogogan II serta kawasan Klinik Skinesio.
Dua menit kemudian, Sutrimo sempat singgah di Klinik Morden sebelum kembali bergerak menuju Jalan Radio III.
“Pergerakan korban berlanjut pada pukul 01.22 WIB dengan kembali berganti kendaraan menggunakan Yamaha NMAX bernomor polisi B 4184 SJK. Dalam rentang waktu hingga pukul 03.00 WIB, korban terekam berulang kali melintasi Jalan Petogogan I, kawasan Klinik SAS, dan Jalan Radio IV,” ujar Anom.
Sekitar pukul 03.11 WIB, Sutrimo yang berboncengan dengan rekannya terlihat melintas dari perempatan Radio Dalam menuju Jalan Kramat Pela. Keduanya kemudian berbalik arah dan berhenti di sebuah warung Pecel Lele Sambel Setan di Jalan Radio Dalam Raya.
“Keduanya menghabiskan waktu sekitar 27 menit di lokasi tersebut sebelum kembali bergerak menuju arah Jalan KH Ahmad Dahlan pada pukul 03.38 WIB,” ucapnya.
Aktivitas terakhir Sutrimo yang terpantau CCTV terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Ia terlihat melintas di Jalan Kramat Pela dan kemudian berhenti di depan lokasi kejadian dengan masih menggunakan Yamaha NMAX B 4184 SJK.
Sekitar tiga jam kemudian, ambulans tiba di lokasi pada pukul 08.53 WIB. Sepuluh menit setelahnya, tepat pukul 09.03 WIB, tim medis mengevakuasi Sutrimo menggunakan ambulans B 1418 KIX menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.
“Rangkaian rekaman visual ini menjadi petunjuk utama dalam merekonstruksi jam-jam krusial korban sebelum kejadian,” jelas Anom.
Sutrimo diketahui merupakan kepala rumah tangga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Sutrimo ditemukan meninggal dunia secara mendadak pada Juli 2026.
Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Sutrimo mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyerahkan surat permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Permohonan tersebut disampaikan untuk mempertanyakan perkembangan penyidikan, termasuk hasil ekshumasi jenazah Sutrimo.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar