Inggris, reportasenews.com – Sekitar 23.000 calon ekstrimis saat ini tinggal di Inggris telah diidentifikasi oleh dinas intelijen sebagai calon potensial teroris, Times melaporkan, mengutip pejabat pemerintah. Sekitar 3.000 di antaranya disidik sebagai ancaman potensial yang mungkin saja terjadi.

“Skala besar” ancaman teroris di Inggris telah terungkap setelah pemboman Manchester, The Times melaporkan pada hari Sabtu, dengan mengatakan bahwa jumlah tersebut diungkapkan oleh sumber Whitehall yang tidak disebutkan namanya.

MI5 hanya bisa mensidik sekitar 3.000 individu, kata surat kabar tersebut, yang menjelaskan bahwa daftar tersangka “hidup” terus diperbarui. Bila orang-orang yang diyakini ini memiliki risiko lebih besar ditambahkan ke dalam daftar, penyelidikan dan pemantauan aktif orang lain akan ditutup, dan mereka kemudian dipindahkan ke kelompok “subjek kepentingan lama”. Grup penyerang potensial ini, yang dikategorikan sebagai “risiko residual,” telah berkembang menjaadi 20.000 orang sejak tahun 2001, kata laporan tersebut.

Pria di balik serangan teror baru-baru ini di Manchester, pembom bunuh diri Salman Abedi, yang membunuh 22 orang dan melukai lebih dari seratus orang di sebuah konser pop, berada di antara 20.000 orang yang dianggap “subjek kepentingan lama,” the Times melaporkan.

Penyerang lainnya, Khalid Masood, yang menabrakkan kendaraan ke pejalan kaki di Jembatan Westminster London dan kemudian menusuk seorang petugas polisi sampai tewas pada bulan Maret, juga berada di kelompok pengawasan aparat. Kedua pria tersebut tidak lagi berada di bawah pengawasan MI5.

“Bagi orang ini, ideologi jihadis tidak pernah meninggalkan mereka, ini sangat mendarah daging,” kata direktur studi keamanan internasional di Royal United Services Institute, Raffaello Pantucci, kepada the Times, menambahkan bahwa jumlah yang diungkapkan adalah “mengganggu, tapi tidak mengherankan.”

Database penyerang potensial “mengungkapkan skala tantangan dari terorisme di abad ke-21,” Menteri Keamanan Inggris Ben Wallace mengatakan,bahwa besarnya ancaman memerlukan investasi “dalam kepolisian yang dipimpin intelijen.”

“Memiliki 23.000 pembunuh potensial di tengah-tengah kita adalah mengerikan. Kita harus menggandakan ukuran MI5, seperti yang kita lakukan di Perang Dunia Kedua, dan memperluas jumlah polisi yang dipimpin intelijen oleh ribuan orang,” kata kepala studi keamanan dan intelijen di Universitas Buckingham, Anthony Glees, kepada surat kabar tersebut.

Lima ratus operasi aktif saat ini dikelola oleh dinas keamanan Inggris, Reuters melaporkan, dengan mengutip “sumber dengan pengetahuan tentang masalah ini.” Penyelidikan ini melibatkan 3.000 orang yang dinilai memiliki ancaman.

Investigasi berskala besar di Inggris minggu ini, menyusul serangan di aula konser Manchester Arena. Sebelas tersangka sekarang berada dalam tahanan, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan pada hari Sabtu, saat mengumumkan bahwa tingkat ancaman keamanan telah diturunkan dari ‘kritis’ menjadi ‘parah’.

“Masyarakat harus jelas tentang apa artinya ini. Tingkat ancaman parah berarti serangan sangat mungkin terjadi. Negara harus tetap waspada, “katanya.

Meskipun “sebagian besar jaringan” yang diyakini terhubung dengan penyerang Manchester telah dibulatkan, menurut petugas polisi kontra terorisme Inggris yang paling senior, Mark Rowley, anggota sel lainnya mungkin akan di lepas.

Perwira bersenjata akan tetap ditempatkan di jalanan di seluruh Inggris sampai Senin, dengan keamanan meningkat di sekitar 1.300 kejadian selama liburan akhir pekan bank.

Menghadapi ancaman dalam negeri dari serangan teroris, Inggris menerjukan pasukan militer turun kejalanan kota untuk memberi lapisan keamanan rangkap membantu Polisi. (Hsg)