Jayapura, reportasenews.com— Kekayaan budaya Suku Asmat ternyata tidak berbanding dengan kesejahteraan. Miskin, kurang makan, gizi buruk dan kesehatan yang terbelakang menjadikan Asmat muncul lagi ke berita nasional karena kasus kematian 68 balita.
Kasus di Asmat membuat kita tercekat. Kabupaten dengan APBD Rp 1,5 Triliun itu, ternyata tak bisa mengalokasikan pembangunan nonfisik meliputi kesejahteraan rakyatnya.

Asmat tidak boleh ditinggalkan sendirian mengatasi krisis kemanusiaan itu. Asmat adalah bagian dari NKRI. Apa yang terjadi disana, menjadi kesadaran bersama yang harus segera ditangani.
Kodam Cenderawasih turun tangan membantu pengiriman makanan dan obat-obatan mengatasi gizi buruk dan kematian balita yang tinggi.

Prajurit dan istri prajurit bahu membahu mengumpulkan bahan pangan.
Inilah saatnya merekat kembali kesadaran sosial, TNI berasal dari rakyat. Rakyat yang sehat dan sejahtera membuat TNI kuat. Rakyat yang lemah kurang gizi, membuat TNI loyo.
Asmat adalah tanah keramat Papua. Di sanalah, Papua dikenal dunia dengan kebudayaan ukiran yang unik.
Mari bergandeng tangan rakyat Papua, menjadi Ksatria Pelindung Rakyat, turun tangan membantu masyarakat tanpa pandang bulu.
Naskah: Riyanto Nay/ Hendrata Yudha, Foto-Foto: Edward Sitorus.

