Strategi Pertama :Â Kunci Dangda dan Kuasai Lapangan Tengah
Sementara, dari total lima gol Thailand ke gawang Kurnia Meiga empat diantaranya dibuat oleh striker Teerasil Dangda, andalan satu-satunya pasukan negeri gajah di barisan depan.
Dangda andalan satu-satunya? Ternyata, sejauh Piala AFF berjalan, cuma dia yang diandalkan Thailand untuk bikin gol. Pemain-pemain lainnya tak begitu piawai untuk urusan yang satu ini.
Setidaknya rekan-rekannya sangat bergantung pada Dangda, termasuk Chanatip Songkrasin. Betul, Chanatip dan beberapa pemain lain termasuk Sarawut Masuk atau Sarach Yooyen tetap perlu dikawal dan diwaspadai. Namun, terhadap mereka yang dituntut dari Timnas adalah dominasi atas para gelandang tuan rumah itu di lapangan tengah.
Sedangkan Teerasil Dangda harus dan wajib ditempel ketat secara man to man marking sepanjang pertandingan. Lagipula, taktik pengawalan khusus terhadap Dangda terbukti efektif pada laga leg pertama lalu. Kecuali pada satu momen saja yaitu tatkala Fachruddin Aryanto lengah menempel penyerang tengah Thailand itu hingga dia bisa mencetak gol sundulan yang sangat mudah.
Poin dari saya adalah, Teerasil Dangda tak akan terlalu membahayakan kalau dia terus dikuntit, diganggu, dan tak diberi sedikitpun ruang bebas, artinya buatlah Dangda senantiasa membelakangi gawang Kurnia Meiga dan selalu ada minimal satu bek tengah Timnas diantara dia dan gawang Timnas.
Terbukti, Dangda tak terlalu kuat dalam dribble atau menggocek bola untuk melewati hadangan, apalagi jika bek yang harus dia hadapi dalam situasi seperti itu adalah Fachruddin dan atau Hansamu. Melumpuhkan Dangda dengan cara demikian, tanpa lengah sedetik pun, merupakan kunci untuk mengawali kemenangan Indonesia atas Thailand di kandang mereka sendiri.
Untuk itu, disiplin dan koordinasi yang lebih rapi menjadi semakin dibutuhkan diantara para bek dan gelandang Timnas guna memastikan tercapainya tujuan dari taktik ini yang, sangat mungkin, merupakan suatu game plan yang menakutkan bagi Thailand.

