Strategi Paling Pas :  Memperkuat The Winning Team Timnas

Khusus Bayu Pradana, dia perlu ditugasi untuk lebih berani naik menyambut umpan dari sayap, mendukung Lerby Eliandri guna lebih membuat bingung para bek lawan, bahkan melakukan tusukan untuk shooting saat memungkinkan.

Sosoknya di jantung pertahanan Thailand, bergantian dengan Stefano Lilipaly, berpotensi menimbulkan kepanikan terhadap bek-bek tengah Thailand, Adison Promrak dan Koravit Namwiset atau Theerathon Bunmathan.

Bayu Pradana mesti lebih berani maju karena memiliki postur tinggi dan tak mudah dijatuhkan para bek lawan itu. Dan, dia juga punya kecepatan serta stamina untuk kembali turun meng-cover lapangan tengah bersama Manahati Lestusen.

Memperkuat The Winning Team Timnas akan lebih efektif, dan pas dengan kebutuhan, ketika Manahati Lestusen diberi peran khusus yaitu mematikan Chanatip Songkrasin di lapangan tengah.

Manahati punya semua kualitas yang dibutuhkan untuk meredam permainan gelandang tim lawan yang paling berbahaya itu. Manahati kuat dalam bertahan, tangguh secara fisik, dan efektif dalam tackling. Manahati juga kuat dalam duel udara. Sesungguhnya, Thailand sangat ngeri pada Manahati.

Gelandang yang pernah diprediksi oleh mantan pelatih timnas Rachmad Darmawan akan menjadi andalan Timnas di masa depan ini, mampu mendorong rekan-rekannya untuk bertarung habis-habisan.

Satu lagi opsi yang bisa dipertimbangkan adalah memainkan Bayu Gatra di sayap kanan. Memang belum pernah tampil, tetapi Bayu Gatra menjanjikan permainan yang membahayakan bagi lawan di sektor sayap kanan.

Bayu Gatra gesit sekaligus ngotot dan bisa bermain sedikit turun untuk melapis para gelandang saat tim ditekan lawan. Bayu Gatra juga punya fighting spirit yang sangat dibutuhkan dan faktor ini sangat klop dengan apa yang menjadi kebutuhan Timnas, yaitu mentalitas petarung.

Gaya bermainnya yang cepat, penuh determinasi dan bernyali itu akan membuat gelandang dan bek kiri lawan mikir-mikir untuk melakukan overlapping.

Saya kira Bayu Gatra akan dapat bekerjasama baik dengan Boaz Solossa dan Stefano Lilipaly. Memang dengan menurunkan Bayu Gatra maka, otomatis, Timnas akan mengandalkan Boaz sebagai striker dan Lilipaly sebagai second striker, dalam pola menyerang dengan formasi 4-4-2 atau 4-4-1-1.