Jakarta, reportasenews.com-Diam-diam PT Freeport Indonesia telah merumahkan 1000 pekerjanya, sejak akhir minggu ini. Semua pekerja yang dirumahkan itu, kebanyakan dari para kontraktor pertambangan.

Sumber di internal Freeport Jakarta, membenarkan terjadinya pengurangan karyawan itu. Hingga awal Maret ini, sudah disiapkan surat lay off sebanyak 500 karyawan tambahan.

“Besok (Senin, 6/3) ada tambahan karyawan lagi yang dirumahkan. Kita juga deg-degan siapa saja yang bakal terkena di Jakarta, “ ujar sumber yang minta dirahasiakan namanya kepada reportasenews.com.

Diperkirakan taktik pengurangan karyawan itu akan terus dilakukan Freeport sebagai daya tawar kepada pemerintah, agar larangan eksport konsentrat dibuka.

Stockpile konsentrat PT Freeport Indonesia semakin menggunung. Maklum, sejak 12 Januari 2017 lalu perusahaan asal Amerika Serikat itu sudah tidak lagi bisa mengekspor, meski kegiatan penambangan baru dihentikan pada 10 Februari 2017 lalu.

Artinya selama 30 hari Freeport menumpuk stockpile sebanyak 7.050.000 ton konsentrat. Merujuk data milik Freeport Indonesia, pabrik pengolahan bijih milik perusahaan memiliki kapasitas produksi 235.000 per hari. (tat)