Banyuwangi, reportasenews.com –  Beroperasinya pabrik gula baru PT Induatri Gula Glenmore yang rencannya buka giling 1 Juni 2017 diharapkan mampu menekan import gula nasional. Dengan kapasitas 6.000 ton gula per hari, PT IGG diharapkan mampu menjadi penopang pasokan gula nasional.

Manajer SDM Ir.Hery Purwanto membenarkan IGG tengah menyiapkan proses buka giling setelah melakukan uji coba giling 2016 lalu.

“Semua proses produksi sudah siap baik kesiapan SDM maupun mesin pabrik. Rencana 1 juni mulai giling, namun menunggu keputusan direksi PTPN XII selaku pemegang saham mayoritas,” kata Hery Purwanto kepada reportasenews.com, Minggu(21/5).

Untuk 2017 ini IGG diprediksikan memprodukai 5.000 ton per hari. Hal ini dikarenakan pasokan tebu siap giling baru 6.000 hektar.

” Jika melihat kemampuannya 6.000 ton per hari, IGG mampu produksi. Tetapi luas lahan kita baru 6.000 hektar yang siap tebang. Butuh dukungan semua pihak agar produkai gula IGG sesuai harapan kita menjawab kebutuhan gula nasional,” terang Ir Hery Purwanto.

Mengacu data kementerian perdagangan kebutuhan gula industri pada 2017 diprediksikan sebesar 3.5 juta ton. Untuk perbandingan, pada 2016 ,Kemendag telah mengeluarkan izin impor gula sebesar 3.22 juta ton.

Sementara itu, kebutuhan gula konsumsi pada 2017 di prediksikan mencapai 2.7 juta ton. Sementara itu, produksi gula konsumsi pada 2016 mencapai 2.2 juta ton. Jadi kekurangan gula mencapai 400.000 ton kebutuhan gula yang harus dipenuhi pemerintah.

Diperkirakan, pada 2017, kebutuhan gula nasional mencapai 2.5 juta ton. Walau demikian, kebutuhan gula konsumsi masih belum bisa terpenuhi. Sehingga total keseluruhan kebutuhan gula industri dan gula konsumsi mencapai 5.7 juta ton.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartisto Lukita, menyatakan, kini pihaknya akan terus mendorong peningkatan produksi gula pada tahun ini, sehingga bisa memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.(ric)