Hawaii, reportasenews.com – Mulai bulan Oktober besok, semua pejalan kaki akan didenda jika tertangkap tangan asik melihat telepon mereka saat berada di persimpangan jalan menyeberang.

Honolulu adalah salah satu tujuan turis disana. Dan tampaknya peraturan baru ini akan berdampak dengan turis yang terbiasa melihat layar ponsel sambil menyeberang jalan, dimana negara asal turis hal itu tidak dilarang. Mulai sekarang, waspadalah jika anda pergi ke Honolulu.

Ibu kota Hawaii telah melihat bahwa sudah cukup banyak manusia yang menjadi “zombi” disihir oleh ponsel mereka.

Wali kota, Kirk Caldwell, menandatangani sebuah peraturan yang menegaskan siapapun akan terkena denda apabila “menyeberang jalan atau jalan raya sambil asik melihat perangkat elektronik bergerak.” Larangan itu berlaku pada bulan Oktober.

Caldwell mengatakan kepada Reuters bahwa dia melakukan itu didorong oleh data. Dia mengatakan Honolulu memiliki masalah yang sangat parah dengan pejalan kaki – terutama manula – yang terkena tabrakan maut saat menyeberang.

Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana menghukum denda ini. Pelanggaran pertama membuat kena denda $ 15 sampai $ 35. lalu meningkat denda $ 35 sampai $ 75 untuk pelanggaran kedua. Pelanggaran ketiga bisa menelan biaya sebanyak $ 99.

Pelapor bisa saja memberi tahu aparat dengan menelepon 911 jika melihat ada yang melanggar hukum asik dengan ponsel saat menyeberang jalan.

Ini mungkin pertama kalinya sebuah kota berhasil membuat undang-undang semacam itu. Pada tahun 2016, seorang anggota dewan Demokrat New Jersey mengusulkan sebuah undang-undang yang mendenda $ 50 bagi siapapun yang membaca ponselnya sambil jalan, jika berulang kali melanggar maka dia akan dikirim ke penjara. Sayangnya, usulan itu kandas.

Mudah untuk mengasumsikan bahwa mereka yang menggunakan ponsel mereka saat berjalan kaki selalu bersikap egois dan sembrono.

Namun, dalam beberapa kasus, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian Pew tahun 2015, beberapa orang merasa perlu untuk mengikuti update tugas, saat mereka berjalan. Teknologi telah menyesatkan kita. (Hsg)