Pontianak, reportasenews.com – Beberapa pekan dilanda cuaca panas dan menyebabkan mulai terbakarnya kembali lahan gambut, namun hujan mulai menguyur sebagian wilayah Kalimantan Barat. Di kota Pontianak, hujan disertai angin kencang dan petir terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.
Hujan yang belum merata di kota Pontianak berdampak terjadinya angin puting beliung. Lokasi yang terdampak parah diterjang angin puting beliung ini adalah Jalan Selat Sumba dalam dekat parit Pekong Dalam Siantan, kecamatan Pontianak Utara, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (13/3).
“Iya benar terjadi angin puting beliung pada pukul 11.30 WIB, di jalan Selat Sumba, saat ini korban kerusakan terdampak angin puting beliung masih di data, jumlah terdampak belum pasti. Namun ada satu rumah yang roboh diterjang angin, sebagian rumah rusak pada atapnya,”kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kota Pontianak, dr Saptiko.
Saat angin puting beliung terjadi, warga setempat merekam terjadinya angin puting beliung ini.
Angin juga merusak atap bangunan SD Suster di jalan RA Kartini namun kejadian ini tak menimbulkan korban jiwa, namun peristiwa ini sempat membuat panik anak anak yang hendak menuju pulang ke rumahnya.
Tim relawan pemadam kebakaran dan BPBD Kota Pontianak juga telah terjun ke lokasi mengantisipasi dampak kejadian ini.
Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori mengatakan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat telah terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya berdampak terjadinya fenomena angin puting beliung.
Berdasarkan data pengamatan di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, kecepatan angin maksimum pada hari ini tercatat 19 knot (sekitar 35 km/jam).
Namun pada pengamatan menggunakan data radar cuaca pada produk PPI radial velocity elevasi terendah terdeteksi kecepatan angin maksimum sebesar 40 knot di Kota Pontianak pada pukul 11.31 WIB.
“Analisis menggunakan radar cuaca mengindikasikan fenomena angin kencang ini termasuk jenis squalline dan bukan angin puting beliung, karena wilayah yang terdampak angin kencang cukup luas dan memang tidak ditemukan bentuk hook echo pada radar cuaca yang merupakan tanda adanya puting beliung,” jelasnya.
Nanang menambahkan, informasi peringatan dini cuaca ekstrem sesaat sebelum terjadi ini telah disampaikan pada pukul 10.15 WIB melalui beberapa media BMKG.
Sebelumnya di Kota Pontianak juga telah terjadi angin kencang yang dampaknya juga mengakibatkan kerusakan pada tanggal 21 Februari 2020.
Kondisi saat itu juga hampir sama dengan kejadian pada hari ini, yaitu hujan lebat dan angin kencang terjadi setelah beberapa hari tidak hujan.
Tercatat sebelum hari ini telah 8 hari tidak hujan di Kota Pontianak. Prakiraan beberapa hari sebelum terjadinya angin kencang hari ini juga telah disampaikan tentang potensi hujan yang disertai angin kencang ini melalui beberapa media.
“Peringatan dini cuaca 1-2 hari ke depan di wilayah Kalimantan Barat berlaku tanggal 13 sampai 15 Maret 2020 secara umum berawan, beberapa wilayah masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan – lebat,” pungkasnya. (das)

