Amerika, reportasenews.com: Saat ini bertambah 31 perusahaan teknologi berani maju melawan kebijakan imigrasi Trump yang kontroversial dan sangat rasis karena diskriminatif atas warga muslim.
31 perusahaan menambahkan nama mereka sebagai pihak yang menggugat “travel ban” tersebut, mereka mengklaim bahwa itu menyakitkan bagi perkembangan bisnis. Jumlah ini sekarang ada 127 perusahaan, namun masih ada satu perusahaan teknologi kelas kakap yang belum berani menentukan sikap yakni IBM.
Perusahaan-perusahaan baru yang telah menandatangani untuk melawan termasuk perusahaan teknologi seperti Slack, HP, Adobe, TripAdvisor, Pandora, dan Evernote. Kedua, Tesla dan SpaceX, yang didirikan oleh Elon Musk yang menjadi penasehat Trump, akhirnya menambahkan nama mereka ke dokumen. Namun IBM anehnya masih diam tidak berani bersikap.
Tesla dan SpaceX tadinya absen dari pengajuan amicus (gugatan dari pihak berperkara) pertama, sejak Musk secara terbuka keberatan dengan larangan tersebut. Musk mengklaim bahwa sebagai penasihat di dewan bisnis presiden ia akan bisa mendapatkan konsesi dari rezim Trump.
“Segera kami melihat penjelasannya, kita bersikeras menambahkan,” kata seorang juru bicara Tesla Gizmodo melalui email. Mungkin tidak secara detail menjelaskan masalahnya. Ada gerakan yang berkembang di dalam perusahaan untuk menolak kebijakan diskriminatif Trump, tapi gerakan ini dicetuskan oleh karyawan, bukan dari CEO.
IBM adalah salah satu perusahaan yang telah melihat tekanan luar biasa dari dalam, menurut sumber-sumber didalam mereka. Pekan lalu, IBM mengeluarkan pernyataan yang benar-benar “tidak berharga” (worthless statement) tentang larangan itu dengan menggunakan bahasa yang paling absurd penuh kalimat “berbunga-bunga”.
CEO IBM Gini Rometty, saat ini duduk di dewan penasihat bisnis Trump dan jelas dia tidak ingin membuat gelombang kekisruhan. (HSG/ Gizmodo)

