Jakarta, Reportasenews – Sejak diresmikan menjadi rumah sakit khusus penanganan covid 19, pada maret 2020, hingga saat ini tak satu pun tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat yang bertugas di tempat tersebut, meninggal dunia akibat terpapar covid 19. Hal tersebut merupakan indikator yang menunjukkan bahwa protokol kesehatan diterapkan secara optimal di RSDC Wisma Atlet.

Koordinator rumah sakit darurat covid 19 wisma kemayoran, Mayjen Tugas Ratmono, mengatakan, para tenaga kesehatan wisma atlet harus selalu dalam kondisi fit dalam bekerja.

Sistem tiga sif ini perlu diterapkan untuk menjaga agar kondisi tim medis tidak mengalami kelelahan saat melayani pasien covid.

Atas dasar itulah Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengapresiasi sistem operasional RSDC Wisma Atlet.

Petugas kesehatan dan relawan mengenakan APD lengkap saat akan bertugas di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, jakarta Pusat. (foto.dik)

Dalam keterangan persnya Ketua Umum IDI, dr. Daeng didampingi  Koordinator RSD Wisma Atlet, Mayjen Tugas Ratmono mengatakan, salah satu wujud konkrit dari apresiasi tersebut, IDI akan mengirimkan tenaga dokter untuk bertugas di Wisma Atlet.

IDI dan Pengurus Besar Nurse (PBNI) Indonesia merekomendasikan sistim operasional rumah sakit covid wisma atlet menjadib rujukan lain bagi rumah sakit lain yang khusus menangani pasien covid 19.

“menurut saya sistim operasional RSDC Wisma Atlet ini patut menjadi rujukan oleh rumah sakit lain yang melayani pasien covid. sejak rs wisma atlet dijadikan rs covid IDI telah mengirim tenaga dokter sebanyak 37 gelombang” ujar Daeng.

Koordinator RSDC Wisma Atlet, Kemayoran,  Mayjen Tugas Ratmono, mengatakan,  untuk mengantisipasi lonjakan pasien, minggu lalu rumah sakit covid 19 wisma atlet sudah mengoperasikan tower 5 yang saat ini sudah terisi 95 persen.

Jika lonjakan pasien covid masih terjadi, pihaknya telah menyiapkan tower 8 yang berlokasi di pademanga. Tower 8 ini memiliki kapasitas yang sama dengan tower 4 dan 5 sekitar 2400 unit yang perunitnya bisa diisi dua sampai tiga pasien.

“Pada satu titik nanti jumlah pasien yang keluar dan  pasien yang masuk akan ada kseimbangan. Agar tidak terjadi lonjakan maka masyarakatlah yang harus menjadi garda terdepan dalam melawan virus covid ini dengan menerapkan protokol keshatan secara benar”, Tutur Kapuskes TNI ini. (tjg/dik)