Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Audero Jadi Pahlawan
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand 4-2 lewat adu penalti di SUGBK. Emil Audero menjadi pahlawan setelah menggagalkan penalti penentu Thailand. (Instagram/timnasindonesia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Timnas Indonesia akhirnya mengakhiri penantian panjang gelar juara setelah menaklukkan Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Skuad Garuda menang 4-2 melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu.
Kiper Emil Audero menjadi salah satu sosok penentu keberhasilan Indonesia mengangkat trofi. Audero menggagalkan tendangan penalti eksekutor keempat Thailand, Nattapong Sayriya, setelah empat penendang Indonesia, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugas.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri puasa gelar Timnas Indonesia selama 35 tahun. Sebelumnya, trofi terakhir yang diraih Indonesia bersama tim nasional adalah medali emas SEA Games 1991.
Pertandingan berlangsung dramatis sejak babak kedua. Indonesia sempat memimpin melalui Dean James pada menit ke-84. Namun, Thailand hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron.
Pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Thailand berbalik unggul 2-1 setelah Peeradol Chamrasamee mencetak gol pada menit ke-111. Indonesia kemudian menunjukkan mental juara ketika Elkan Baggott mencetak gol pada menit ke-116 untuk memaksakan skor 2-2 hingga 120 menit.
Pada babak pertama, Indonesia tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen. Skuad asuhan John Herdman juga menciptakan sejumlah peluang melalui Mitchell Baker, Ole Romeny, Justin Hubner, hingga Calvin Verdonk.
Thailand mulai tampil lebih terbuka selepas turun minum. Perubahan taktik dilakukan Herdman dengan memasukkan Rizky Ridho menggantikan Luke Vickery pada menit ke-60. Kevin Diks kemudian didorong lebih ke depan untuk membantu serangan dari sisi kanan.
Situasi pertandingan berubah setelah Thailand kehilangan Nicholas Mickelson. Bek Thailand tersebut menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81 setelah melakukan pelanggaran terhadap Ole Romeny. Thailand pun harus bermain dengan 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Indonesia. Dean James melepaskan tendangan bebas yang berubah arah setelah mengenai Iklas Sanron sehingga mengecoh kiper Saranon Anuin. Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-84.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Iklas Sanron memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia untuk mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-87.
Thailand kemudian mampu membalikkan keadaan pada babak tambahan. Peeradol Chamrasamee melepaskan tembakan ke sudut gawang Emil Audero setelah Thailand merebut bola di depan kotak penalti Indonesia.
Dalam situasi tertinggal, Indonesia kembali menunjukkan daya juang. Umpan silang Rizky Ridho yang diblok Anuin jatuh ke kaki Elkan Baggott. Bek jangkung tersebut langsung melepaskan tembakan ke sudut atas gawang Thailand untuk membuat skor menjadi 2-2.
Tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Adu penalti pun menjadi penentu gelar juara.
Kevin Diks menjadi penendang pertama Indonesia dan berhasil mencetak gol. Dean James kemudian menjalankan tugas sebagai eksekutor kedua, disusul Elkan Baggott yang juga sukses. Shayne Pattynama kemudian memastikan seluruh empat penendang Indonesia mencetak gol.
Sebaliknya, dua eksekutor Thailand gagal. Sarach Yooyen pada kesempatan ketiga membentur tiang kiri gawang, sedangkan tendangan Nattapong Sayriya sebagai penendang keempat berhasil ditepis Emil Audero.
Hasil tersebut membuat Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti sekaligus memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi sepak bola Indonesia karena mengakhiri penantian selama 35 tahun tanpa trofi bersama tim nasional senior. Gelar tersebut juga menjadi buah dari perjuangan panjang skuad Garuda setelah melewati pertandingan final yang berlangsung hingga babak tambahan waktu dan adu penalti.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar