Situbondo,reportasenews.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Situbondo, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar tradisonal di Kota Situbondo, Kamis (8/8/2019).
Dalam Sidak yang bertujuan untuk memastikan apakah daging yang dijual sudah memenuhi standar aman, sehat, utuh dan halal (asuh), petugas menemukan sejumlah lapak pedagang daging diketahui kotor, dan bungkus daging yang menggunakan plastik berwarna gelap, seperti biru, merah dan hitam.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Situbondo Sulistiyani mengatakan, seharusnya plastik yang digunakan membungkus daging itu berwarna bening, karena hal itu akan mempengaruhi kualitas daging, karena plastik berwarna itu menggunakan pewarna serta dari bahan daur ulang.
“Ada sih lapak yang kotor dan sudah kami sarankan agar dibersihkan, termasuk timbangan. Plastik juga kami sarankan berwarna bening, agar daging tidak terkontaminasi dari bungkus yang tidak sehat. Kan sayang, dagingnya sudah sehat,” terang Sulistiyani, Kamis (8/8/2019).
Menurutnya, kegiatan Sidak ini tidak hanya dilakukan saat menjelang Hari Besar Islam maupun lainnya, namun dilakukan secara berkala, untuk mengingatkan para pedagang agar selalu menjaga kualitas daging dan kebersihan lapaknya, dan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan terhadap konsumen.
“Kita pantau langsung, bagaimana sih produk dari daging sapi, ayam bolier ataupun ayam kampung yang dijual, apakah sudah memenuhi standar asuh atau belum,”bebernya.
Lebih jauh Sulis mengatakan, untuk stok daging sapi, tidak ada masalah, sebab Situbondo merupakan salah satu daerah lumbung ternak terbesar di Jawa Timur dengan jumlah populasi sapi mencapai 181.252 ekor.
“Situbondo merupakan daerah lumbung ternak, dan daerah penyuplai ke daerah lain di Jawa Timur. Makanya, saya tidak khawatir dengan stok daging sapi,”pungkasnya.(fat)

