Jembatani Dialog Ulama-Umara, Utusan Prabowo Sambangi Rizieq Shihab di Petamburan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi. Dasco hingga Mensesneg temui Rizieq Shihab. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @sufmi_dasco)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merangkul berbagai elemen bangsa melalui pendekatan dialogis. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menemui tokoh Front Persaudaraan Islam (FPI) Rizieq Shihab, di kediamannya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/3/2026).
Pertemuan itu menjadi tanda upaya rekonsiliasi dan komunikasi intensif antara pemerintah dengan tokoh agama.
Pengacara Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, membenarkan adanya agenda tersebut dan menyebutnya sebagai momen penting bagi hubungan ulama dan umara (pemimpin pemerintah).
“Iya bertemu Habib Rizieq, kemarin siang. Pertemuan itu silaturahmi biasa antara utusan dan tim dari umara untuk berdiskusi serta tukar pendapat dengan ulama,” ujar Aziz Yanuar, Senin (9/3/2026).
Kehadiran dua orang kepercayaan Presiden Prabowo ini menyusul agenda besar di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3/2026) lalu. Kala itu, Presiden mengundang jajaran pimpinan ormas Islam dan pengasuh pondok pesantren. Namun, Rizieq Shihab absen dan diwakili oleh menantunya, Habib Muhammad Hanif Alatas.
Kunjungan ke Petamburan ini dipandang sebagai bentuk jemput bola pemerintah untuk memastikan aspirasi seluruh pihak terserap dengan baik.
Dalam diskusi tersebut, pihak Rizieq Shihab menegaskan komitmen mereka untuk tetap bersikap objektif terhadap jalannya pemerintahan. Aziz mengatakan mereka tidak menutup diri terhadap kebijakan pemerintah selama hal tersebut berpihak pada kemaslahatan masyarakat luas, tetapi tetap akan memberikan kritik jika diperlukan.
“Hal yang masya Allah luar biasa patut diapresiasi dari Pak Presiden beserta jajaran pemerintahnya, yang baik dan benar kita dukung, yang kurang baik kita koreksi dan ingatkan. Tujuannya baik dan dengan cara yang baik serta di waktu yang baik,” tegas Aziz. (RN-01)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar