Kapal Wisata Berpenumpang 64 Orang Karam di Perairan Pulau Salah Namo
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Petugas mengevakuasi penumpang kapal wisata yang tenggelam di perairan Pulau Salah Namo, Kabupaten Batu Bara, Senin (23/3/2026). (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Batu Bara, ReportaseNews – Sebuah kapal yang mengangkut 64 wisatawan yang tengah menikmati libur Lebaran karam di perairan Pulau Salah Namo, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, setelah mengalami kerusakan mesin pada Senin (23/3/2026) sore.
Beruntung, seluruh penumpang dilaporkan selamat dalam insiden tersebut. Namun, pihak kepolisian kini melakukan pemeriksaan intensif terhadap dua orang anak buah kapal (ABK) guna menyelidiki penyebab pasti kejadian.
Kanit Polairud Batu Bara Ipda Hendrico P. Kaban mengatakan kedua ABK yang bertugas sebagai nakhoda, yakni Amirul Taufik (26) dan Dayat (50), saat ini dimintai keterangan oleh petugas gabungan.
“Terhadap kedua ABK tersebut telah diambil keterangan oleh personel Satuan Reserse Kriminal Polres Batu Bara bersama personel Unit Markas Airud Batu Bara,” ujar Hendrico, Rabu (25/3/2026).
Peristiwa itu bermula ketika rombongan wisatawan yang terdiri dari 33 warga Medan dan 31 warga Pekanbaru bertolak menuju destinasi wisata Pulau Salah Namo. Namun, di tengah perjalanan, mesin kapal mendadak mati hingga mengakibatkan air laut masuk dengan cepat ke dalam lambung kapal.
Ipda Hendrico menjelaskan, seluruh penumpang berusaha menyelamatkan diri ke pesisir pulau sesaat sebelum kapal benar-benar tenggelam.
Petugas Polairud Tanjung Tiram bersama TNI AL yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi sekitar pukul 18.00 WIB menggunakan kapal nelayan dan perahu karet. Setibanya di titik koordinat, petugas mendapati kapal sudah dalam kondisi karam. Sementara para penumpang, termasuk anak-anak, sudah berada di daratan dalam keadaan selamat.
Petugas di lapangan menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.
Proses evakuasi para wisatawan dilakukan hingga malam hari oleh tim gabungan untuk memastikan seluruh rombongan dapat kembali dengan aman. Meski kedua ABK dinyatakan selamat, pemeriksaan tetap dilanjutkan untuk mendalami adanya unsur kelalaian atau kelaikan kapal saat mengangkut puluhan wisatawan tersebut di tengah momen libur panjang. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar