Kapolri Instruksikan Pelayanan Maksimal Arus Balik Lebaran 2026
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo minta maksimalkan pelayanan arus balik Lebaran 2026. Foto; Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bali, ReportaseNews— Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya pelayanan maksimal bagi masyarakat selama periode arus balik Lebaran 2026. Instruksi tersebut disampaikan usai melakukan peninjauan langsung di Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa (24/3/2026).
Dalam keterangannya, Kapolri mengungkapkan bahwa puncak arus balik diprediksi terjadi pada hari ini. Namun, adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan yang terpusat dalam satu hari.
“Ini juga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk tidak semuanya memilih balik pada hari ini, sehingga ini juga bisa mengurai puncak arus balik yang diperkirakan terjadi hari ini,” kata Sigit.
Selain arus balik pemudik, peningkatan jumlah wisatawan di sejumlah destinasi turut menjadi perhatian aparat. Wilayah seperti Bali, Yogyakarta, Pangandaran, Cianjur, hingga Puncak mengalami lonjakan kunjungan selama libur Lebaran.
Situasi ini mendorong jajaran kepolisian untuk memperkuat pengamanan dan pelayanan, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga pengaturan penyeberangan laut.
Kapolri juga menyoroti potensi lonjakan arus di titik krusial seperti Ketapang, yang diperkirakan akan menghadapi arus ganda baik dari pekerja yang kembali maupun wisatawan yang masih berlibur.
“Utamanya Ketapang, karena akan terjadi arus balik yang selain mengarah ke Bali untuk bekerja, namun di sisi lain juga kemungkinan akan ada tambahan wisatawan yang masih belum selesai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolri meminta seluruh jajaran menjaga capaian positif selama arus mudik, khususnya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban.
“Tentunya ini menjadi penekanan kita agar sampai dengan rangkaian arus balik selesai ini, angka-angka tersebut bisa dipertahankan,” ujarnya.
Selain faktor lalu lintas, kondisi cuaca juga menjadi fokus mitigasi. Kapolri mengingatkan potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah Indonesia bagian timur dan jalur penyeberangan.
“Kami minta untuk semua anggota untuk betul-betul mempersiapkan diri menghadapi apabila terjadi cuaca yang tidak baik, khususnya di wilayah penyeberangan,” tutur Sigit.
Kapolri menegaskan kesiapan skenario rekayasa lalu lintas harus mampu beradaptasi dengan kondisi tak terduga akibat cuaca.
“Sehingga kemudian rekayasa dan pengaturannya juga bisa menjadi lebih baik di kondisi yang tentunya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan karena cuaca ekstrem,” imbuhnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, kepolisian berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan tetap terkendali meskipun di tengah peningkatan mobilitas masyarakat. RN-06
- Penulis: RN-06
- Editor: Djung



Saat ini belum ada komentar