Pontianak, reportasenews.com – Kobaran api membesar di sebuah lahan gambut di jalan Sepakat II Ujung, Minggu (7/2/2021) pukul 19.00 WiB.
Hingga empat jam berlangsung api masih terus berkobar. Mudahnya lahan gambut terbakar karena lahan yang kering selesai ditebas dan ada beberapa kemungkinan lainnya, lahan gambut ini sengaja di bakar. Terdapat lebih dari empat titik api yang muncul dan cukup besar di lokasi kebakaran.
Informasi adanya kebakaran di lahan gambut direspon cepat BPBD kota Pontianak, dibantu sejumlah relawan untuk menuju ke lokasi kebakaran dimana sumber api berada di tengah lahan gambut yang luas. Tak jauh dari lokasi lahan gambut yang terbakar, terdapat lahan yang baru selesai digarap untuk pengembangan perumahan. Lahan ini terlihat terpisah pembatas oleh kanal-kanal kecil yang mana kanal-kanal ini juga belum terisi air.
Petugas pemadam kebakaran dari BPBD kota Pontianak dan relawan juga kepolisian dari Polsek Pontianak Selatan, Polda Kalbar dan Kodim 1207/ BS juga ikut turun ke lokasi.
Pemadaman lahan gambut dilakukan oleh relawan BPBD kota Pontianak dengan menggunakan ranting yang dipukul-pukul berulang kali ke sumber api. meski teramat melelahkan, secara perlahan api untuk sementara waktu bisa dipadamkan. Sementara mobil pemadam kebakaran kesulitan menembus medan gambut, ditambah selang semprot air yang tak panjang, juga kurangnya penerangan.
Untuk sementara waktu, api berhasil dipadamkan petugas dan relawan sekitar pukul 23.00 WiB.
Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kebakaran lahan yang terjadi di lahan gambut di jalan Sepakat II ujung dalam proses investigasi. Karena ada kemungkinan sumber api seperti tahun tahun sebelumnya, ada dugaan besar sengaja disulut dengan api sehingga gambut yang mudah terbakar sangat cepat apinya membesar, dan sulit dipadamkan jika api di gambut sudah terbakar.
“Saat ini kan sudah mulai kurang hujan, ini sangat riskan. Seharusnya tidak membakar atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Masih diinvestigasi, kita akan lihat nanti, apakah di sengaja atau tidak?. Kita sudah himbau jangan bakar lajany, karena cuaca sudah tak hujan saat ini. Sanksi sesuai perwa yang diterbitkan,” tegasnya.
Sementara di tempat terpisah, Kepala BPBD Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengatakan petugas langsung turun ke lokasi dengan segera setelah adanya informasi lahan gambut yang terbakar, malam tadi.
“Kebakaran hutan dan lahan di Sepakat II ujung sudah bisa diatasi. Di lapangan sudah kita lihat bersama-sama, sudah bisa diatasi tim gabungan. Sumber api dari informasi masyarakat, api dari lahan ujung. Tidak tahu siapa yang membakar, api tidak bisa menyeberang ke lahan yang lain karena ada kanal-kanal. Kanal ini berfungsi untuk sumber air dan bisa menghalangi jalur rembetan api. Belum temukan siapa yang membakar, atau ada yang membakar sampah lalu merembet ke lahan gambut,” tutupnya.
Belum diketahui berapa luasan lahan gambut yang terbakar, namun kasus kebakaran lahan gambut pertama di awal tahun 2021 patut mendaoat perhatian dan terus diusut, mengingat kejadian kebakaran lahan gambut biasa berulang setiap masuknya intensitas curah hujan mulai rendah di kota Pontianak. (das)

