Klub-klub Mulai Ngebut dan Saling Sikut. Liga Primer menyajikan laga-laga penting pada pekan ke-14 di weekend ini!”
Oleh: Iwan Ahmad Sudirwan *
Hari Sabtu dan Minggu pekan ini akan menandai awal bulan paling sibuk, paling padat pertandingan, bagi klub-klub Liga Primer sepanjang bulan Desember hingga Tahun Baru dan Januari nanti. Bahkan bagi sejumlah klub, terutama mereka yang berada di kelompok sepuluh teratas klasemen, laga yang akan mereka lakoni nanti masuk kategori partai super penting.
Contoh, Southampton yang baru mengalahkan Everton pada pekan lalu kini punya kesempatan besar untuk merangsek ke atas bila mampu mengatasi tuan rumah Crystal Palace. Berada di posisi ke-10 klasemen sementara, Southampton bisa melonjak ke peringkat tujuh jika merebut tiga poin pada akhir pekan ini dengan catatan West Bromwich Albion (WBA) dan Watford bermain imbang, sedangkan Everton kalah saat menjamu Manchester United.

Skenario itu dimungkinkan terjadi karena peringkat mereka saat ini secara berturut-turut berada di posisi tujuh hingga sepuluh. Dimulai dengan Everton di peringkat tujuh disusul Watford di posisi delapan, WBA sembilan dan Southampton di peringkat kesepuluh. Everton dan Southampton hanya dipisahkan jarak dua poin saja.
Bahkan Manchester United yang menghuni peringkat ke-6 pun bisa melorot kalau saja mereka kalah dari Everton dengan selisih dua gol atau lebih, sementara Southampton menang dengan margin gol besar. Atau, jika laga WBA dan Watford tak berakhir seri, maka tim yang menang akan menggusur Man U dari posisi enam.
Partai-partai yang hectic! Apalagi laga-laga yang melibatkan penghuni lima besar.
Persaingan Papan Atas Semakin Memanas
Lima tim teratas Liga Primer pada pekan ini akan memainkan laga-laga crucial untuk mengais poin yang penting. Peringkat dua Liverpool dan peringkat empat Arsenal mengincar poin maksimal pada partai tandang mereka. Masing-masing akan meladeni Bournemouth dan West Ham.
Tapi, partai terbesar dan paling berpotensi menjadi gambaran persaingan untuk gelar juara, tentu saja, laga Manchester City kontra Chelsea di Stadion Etihad!
Pemenang pertandingan ini akan memimpin klasemen jika Liverpool kalah atau dipaksa imbang oleh tuan rumah Bournemouth. Saat ini Chelsea menguasai tampuk klasemen dengan jumlah poin 31, sedangkan Manchester City di peringkat tiga dengan 30 poin. Cuma berselisih satu poin.
Sebaliknya, kalau Man C dan Chelsea hanya saling berbagi poin satu alias bermain imbang, sementara Liverpool memukul Bournemouth, maka Liverpool-lah yang akan memuncaki klasemen walaupun dengan perbedaan poin yang sangat tipis.
Situasi Arsenal sedikit berbeda. Hingga pekan ini The Gunners belum berpeluang untuk memuncaki klasemen. Andai menang atas tuan rumah West Ham sekalipun, Arsenal baru mengumpulkan poin 31. Paling maksimal itu akan membawa asuhan Arsene Wenger ke posisi dua asalkan Manchester City takluk pada tamunya Chelsea. Sehingga, berdasarkan skenario ini, The Blues asuhan Antonio Conte masih tetap jadi penguasa klasemen.
Saling salip dalam kelompok lima teratas benar-benar semakin sengit mulai pekan ini. Akankah The Citizens asuhan Pep Guardiola melewatkan begitu saja peluang memuncaki klasemen di kandang sendiri? Apalagi menghempaskan Chelsea pastilah memberikan nilai gengsi tinggi!
Man City vs Chelsea: Adu Strategi Penuh Gengsi
Laga sarat gengsi antara tuan rumah Manchester City kontra Chelsea akan sangat ditentukan oleh kepiawaian dalam strategi dan taktik yang dikembangkan oleh masing-masing tim sepanjang 90 menit! Mengapa? Karena kedua tim sudah dipenuhi pemain-pemain berkualitas tinggi di setiap lini, sehingga aspek teknik dan skills menjadi no issue, tak perlu dibahas lagi.
Soal performa, kedua tim juga sedang bagus. Man City dan Chelsea tengah on fire. Keduanya juga menang dalam laga pekan lalu. Striker andalan masing-masing klub juga sama-sama nangkring di daftar teratas top scorer. Kun Aguero dari Man City dan Diego Costa dari Chelsea sama-sama telah mencetak sepuluh gol dari 13 pertandingan. Kedua klub nyaris seimbang di setiap lini dan aspek permainan.
Keunggulan tipis Manchester City mungkin hanya karena faktor tuan rumah. Bermain di depan puluhan ribu fans The Citizens di Stadion Etihad, tentu akan mendongkrak motivasi asuhan Guardiola. Selain itu, Man City kini bisa berekspektasi lebih pada trio Kun Aguero, Nolito dan Raheem Sterling di barisan depan, dan terhadap Kevin de Bruyne, David Silva dan Fernandinho atau Ilkay Guendogan di lini tengah. Di bangku cadangan ada penyerang tengah Kelechi Iheanacho dan sayap kiri Leroy Sane.
Guardiola vs Conte: 4-3-3 vs 3-4-3
Dengan komposisi pemain-pemain tengah dan depan seperti itu, berarti Manchester City akan menerapkan skema menyerang dalam pola 4-3-3, yang akan didukung dua bek sayap, Gael Clichy atau Alexander Kolarov di kiri, dan Bacary Sagna atau Pablo Zabaleta di kanan. Untuk palang pintu, besar kemungkinan Coach Pep Guardiola akan menduetkan Nicolas Otamendi dengan Yaya Toure!
Akibat cederanya Vincent Kompany, mau tak mau Pep kali ini akan memainkan Yaya Toure untuk mengisi salah satu posisi bek tengah. Banyak pundit sepakbola Inggris meyakini Yaya Toure akan diberi tugas khusus: mengawal dan melumpuhkan Diego Costa!
Baik Pep Guardiola maupun Yaya Toure dan David Silva sudah sangat mengenal karakter dan gaya permainan Costa termasuk trick-nya dalam memprovokasi lawan. Itu sejak pengalaman mereka di La Liga Spanyol. Nah, untuk satu alasan ini, Pep sangat mungkin akan mengandalkan Yaya Toure yang berpostur tinggi besar dan kokoh.
Toure tak akan mudah terintimidasi oleh striker Chelsea itu. Justru Costa-lah yang perlu berhati-hati terutama dalam menjaga temperamennya. Faktanya, Costa biasanya mengalami kesulitan jika terus dikawal bek berpostur kokoh, berteknik tinggi, sekaligus mampu bermain keras, dan dingin.
Apakah konsep 3-4-3 Conte berjalan efektif dalam pertandingan lawan Manchester City? Â Chelsea telah mencatat sejumlah rekor sejak memakai pola 3-4-3. Mencetak banyak gol, Diego Costa menjadi top scorer dan menang beruntun dalam tujuh laga terakhir.
Second Line Menentukan Kemenangan?
Namun, Pep juga seorang Master Strategist. Dia sudah biasa menghadapi lawan yang memainkan pola atau formasi 3-4-3 baik selama mengarsiteki Barcelona dulu, di Bayern Muenchen, termasuk menghadapi lawan-lawan yang memainkan pola itu di kancah Eropa.
Harapan Chelsea untuk meraih poin di kandang The Citizens tak bisa lagi hanya ditumpukan pada Diego Costa dan Eden Hazard. Manchester City telah menyiapkan kontra strategi untuk menjinakkan mereka termasuk juga meredam Pedro Rodriguez. Pep terlalu paham kelebihan sekaligus kelemahan Pedro sejak era Barcelona.
Coach Guardiola pasti menginstruksikan para pemainnya untuk terus menguasai bola, mendominasi permainan tapi, begitu kehilangan bola, langsung menekan lawan dengan rapat dan keras guna merebut bola lagi dari kaki pemain Chelsea sebelum dioper ke Hazard, Costa atau Pedro.
Karena itu, pertarungan di lini tengah antara N’Golo Kante dan Nemanja Matic dari Chelsea melawan Fernandinho dan, atau, Yaya Toure yang disokong oleh David Silva akan sangat menentukan. Yang menarik, secara unit, kemampuan mereka semua setara. Sama-sama hebat. Tinggal kejelian dan kreativitas.
Di sisi lain, sistim tiga bek tengah Chelsea juga menyimpan kerawanan. Bila lawan memainkan dua saja penyerang yang cepat, lincah dan gesit, serta konstan bergerak diantara tiga bek Chelsea maka ruang akan terbuka. Pertahanan The Blues rawan terekspos. Dan, untuk purpose ini, Man City punya Kun Aguero, Nolito dan Raheem Sterling yang punya semua kualitas di atas.
Jika mereka lolos, karena unggul dalam sprint dari David Luiz, Gary Cahill maupun Ivanovic, maka opsi yang tersisa bagi para bek Chelsea adalah menjatuhkan lawan. Ini jelas berpotensi pinalti. Sebaliknya, bila ruang lekas ditutup lawan, Aguero masih bisa mengirim umpan tarik buat rekannya. Dan, andalan Coach Guardiola untuk urusan ini adalah Kevin de Bruyne, juga Fernandinho atau Guendogan bahkan Yaya Toure yang sering muncul dari second line..!

