Situbondo,reportasenews.com – Diduga karena lupa untuk mematikan kompor gasnya, rumah seorang kakek bernama Suwali (73), warga Dusun Asta, Desa/Kecamatan Arjasa, Situbondo terbakar, Kamis (6/9/2018).
Akibat peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, bangunan dapur milik korban hangus terbakar, sedangkan bangunan rumahnya diketahui hanya bagian belakang yang terbakar dilalap si jago merah.
Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kebakaran tersebut, karena saat kejadian korban Suwali sedang memijat pasien di rumah pasiennya, sedangkan Misyani, istrinya, sedang mengambil upah memetik lombok milik tetanggnya.
Diperoleh keterangan, sebelum dapur dan rumah milik korban Suwali terbakar dilalap si jago merah, korban sempat menghidupkan kompor gasnya untuk memasak air di dapurnya.
Namun, hanya berselang beberapa menit memasak air, korban mendapat telepon dari salah seorang pelanggannya, dalam percakapannya korban diminta untuk mendatangi rumah pelanggan pijatnya di rumahnya, sehingga korban langsung berangkat ke rumah pelangganya.
Akibat lupa untuk mematikan kompor gasnya tersebut, kompor gasnya meledak hingga kobaran api langsung membakar bangunan dapur semi permanen milik korban. Selain itu, karena saat kejadian angin bertiup sangat kencang, sehingga kobaran api cepat merembet ke banguan rumahnya.
Mengetahui dapur dan rumah korban Suwali terbakar, Heni, salah seorang tetangganya langsung berteriak minta tolong, sehingga puluhan warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian, dengan menggunakan alat seadanya, puluhan warga memadamkan kobaran api tersebut, kobaran api baru dapat dipadamkan, setelah dua unit mobil Damkar milik Pemkab Situbondo ke lokasi kejadian.
“Saya lupa untuk mematikan kompor gas, karena begitu mendapat telepon untuk memijat saya langsung berangkat,”kata pengakuan kakek Suwali, Kamis (7/9/2018).
Puryono, koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Situbondo mengatakan, jika kebakaran di rumah kakek Suwali itu akibat korban lupa mematikan kompor gasnya.”Akibat kebakaran tersebut kerugian materi diperkirakan mencapai Rp.10 juta,”kata Puryono.
Pria yang akrab dipanggil Ipung menambahkan, sebelum rumah korban kakek Suwali terbakar, sebelumnya juga terjadi kebakaran, sebuah rumah milik Pak Buyung (60), warga Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan juga terbakar.”Itu terjadi akibat lampu templeknya untuk selamatan tumpah ke kasurnya, sehingga kobaran api langsung membakar rumahnya,”pungkasnya.(fat)

