Timur Tengah, reportasenews.com – Rezim Donald Trump dikenal anti-Islam dan anti-Muslim, terus menerus mengeluarkan peraturan baru untuk menyerang muslim atau negara dengan mayoritas Islam.
Salah satunya aturan terbaru adalah melarang masuknya peralatan gaget elektronik kedalam kabin pesawat menuju AS kecuali ponsel. Untuk laptop, kamera, tablet harus dimasukan kedalam bagasi.
AS mengumumkan larangan gadget elektronik tanggal 21 Maret masuk kabin pesawat dari penumpang yang masuk dari sembilan penerbangan Arab. Larangan ini termasuk perangkat elektronik pribadi, seperti tablet, e-book, laptop dan kamera, semua harus masuk bagasi, sedangkan ponsel masih diperbolehkan .
Pembatasan AS ini berlaku untuk penerbangan dari delapan negara: Turki, Maroko, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi dan Kuwait. Demikian disebutkan oleh media France24.
Inggris juga ikut-ikutan latah mengeluarkan larangan serupa dan membuat kemarahan pada hari yang sama, sasaran larangan ini berdampak pada penumpang dari Turki, Lebanon, Yordania, Mesir, Tunisia dan Arab Saudi. Anehnya, tidak ada larangan dari UAE atau Qatar.
Maskapai penerbangan Arab membalas larangan islamopobia Trump dan Inggris itu dengan mengeluarkan iklan mengejek dan dijadikan sarana untuk meningkatkan kampanye humas mereka kepada penumpang.
Kampanye iklan bernada mengejek dan sarkasme ini telak ditujukan bagi larangan gadget elektronik masuk kedalam kabin pesawat. (hsg)
Let us entertain you. pic.twitter.com/FKqayqUdQ7
— Emirates (@emirates) March 21, 2017
Who really needs laptops and tablets? #ElectronicsBan pic.twitter.com/8bgVDs8346
— Royal Air Maroc (@RAM_Maroc) March 24, 2017
#electronicsban 🚫 pic.twitter.com/U3S7sdkipy
— Royal Jordanian (@RoyalJordanian) March 23, 2017
https://www.instagram.com/p/BR8ofo6ga63/

